Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konflik Pedagang Daging Ayam di Gunungkidul, Kelompok Pedagang Datangi Pasar Ngawu, Ternyata Ini Buntut Masalahnya...

Andi May • Rabu, 2 Oktober 2024 | 22:24 WIB

 

Pedagang daging ayam protes harga di Pasar Ngawu, Playen, Gunungkidul, Rabu (2/9) pagi.
Pedagang daging ayam protes harga di Pasar Ngawu, Playen, Gunungkidul, Rabu (2/9) pagi.
GUNUNGKIDUL, RADAR JOGJA - Kelompok pedagang daging ayam mendatangi pasar Ngawu, Playen, Gunungkidul akibat adanya selish harga daging ayam, Rabu (2/9) pagi.

Para pedagang itu berasal dari Pasar Wonosari, Trowono, Gedangsari, Ponjong dan sejumlah pasar lainnya menuntut agar adanya perubahan harga ayam yang dinilai terlalu rendah di Pasar Ngawu, Playen.

Salah satu Pedagang dari Wonosari Tri Yulianto mengatakan, kedatangan mereka ke pasar Ngawu dikarenakan adanya pedagang Pasar Ngawu bernama Kelik menjual daging ayam dengan harga Rp 26 ribu per-kilogramnya.

Padahal, menurutnya harga daging ayam di pasaran harusnya Rp 32 ribu per-kilogramnya.

"Harga yang dipatok Kelik dapat menjatuhkan harga pasar, sekitar 50 pedagang tadi mendatangi lapaknya di Pasar Ngawu," ujar Tri kepada awak media.

Kedatangan mereka, kata Tri, bentuk demonstrasi untuk menuntut Kelik mematok harga yang sama dengan mereka.

Perbedaan harga yang cukup jauh itu sudah dirasakan sejak setahun yang lalu.

"Kami ke sana baik-baik, ada pengawalan dari polisi juga, harga yang terlalu rendah itu sangat tidak masuk akal bagi kami," ucapnya.

Tri menjelaskan, konflik permasalahan harga itu sempat dimediasi di DPRD Gunungkidul. Namun, hingga kini tak ada titik temu antara kedua belah pihak.

Apalagi, kata Tri, Kelik telah membuka belasan cabang di Gunungkidul dengan harga yang rendah tersebut. Untuk itu, mereka meminta agar harga daging ayam dapat sama dengan di pasaran.

"Kami juga sudah ke Dinas Perdagangan tapi tidak ada titik temu sampai sekarang," jelasnya.

Sementara itu, Pedagang Ayam Pasar Ngawu Kelik mengatakan, dirinya sudah menandatangani kesepakatan dengan para pedagang ayam yang protes terkait harga yang dipatoknya.

"Sempat anarkis tadi pas datang ke lapak saya, harusnya harga yang saya jual sudah sesuai dengan harga di wilayah DIY," ujar Kelik.

Dia juga tidak menyangka lapaknya didatangi segerombolan pedagang ayam terkait permasalahan harga tersebut.

Namun begitu, dirinya memastikan konflik tersebut telah usai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kelik Yuniantoro mengatakan, konflik permasalahan antar pedagang telah disampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.

"Mengenai harga daging ayam memang tidak ada standar harga yang ditentukan pemerintah, mengenai permasalahan ini kami sudah sampaikan ke Disperindag DIY," ujar Yuniantoro.

Yuniantoro menuturkan, harga yang dipatok masing-masing pedagang sesuai dengan pembelian dari suplier. Hal itu juga yang menyebabkan adanya selisih harga yang cukup jauh. 

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #konflik #Gunungkidul #pedagang ayam