RADAR JOGJA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kunariningsih mendaftarkan diri ke Partai Golkar. Sebagai kandidat Calon Bupati Gunungkidul pada Pilkada 2024.
Usai pertemuan pengurus PDIP dan Partai Golkar kemarin, Endah seakan gerak cepat mengambil posisi di partai pengusung Sunaryanta pada Pilkada 2020 kemarin. Bahkan, Ketua DPRD Gunungkidul itu tak segan mengadu elektabilitas dengan bupati petahana.
Endah mengaku, dirinya diundang oleh DPD Partai Golkar DIY untuk mengambil formulir pendaftaran calon bupati. Undangan tersebut disambut baik dan mengutus perwakilannya untuk memenuhi persyaratan administrasi itu. "Rencananya besok pagi (hari ini) saya akan mengembalikan formulir pendaftaran," ujar Endah kepada awak media, Senin (15/7).
Meskipun baru pertama kali kedua partai itu bakal berkoalisi, Endah mengaku adanya frekuensi yang sama antara PDIP dan Partai Golkar. Apalagi, setelah mengetahui namanya telah masuk dalam radar partai yang dipimpin Airlangga Hartanto itu.
"Sesuai mekanisme semua calon yang masuk dalam radar (Golkar) harus mendaftar, maka dari itu wajib bagi saya memenuhi persyaratan itu," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Media dan Penjaringab Opini (MPO) DPD Golkar Gunungkidul Agung Wahyudi mengatakan, Endah mendaftar sebagai calon bupati ke DPD Partai Golkar DIY.
Selain itu, Joko Parwoto juga ikut mendaftarkan diri sebagai calon wakil bupati. "Endah sudah mendaftarkan diri ke kami dan mengaku siap mengikuti mekanisme yang ada," ujar Agung.
Kendati Endah telah mendaftar ke Partai Golkar, Agung menyebut belum secara resmi PDIP menjalin koalisi dengan partainya. Namun, sinyal koalisi semakin menguat dan Endah menjadi salah satu kandidat survei elektabilitas Partai Golkar.
"Kalau survei pertama yang kami lakukan, Sunaryanta berada di posisi teratas, namun sekarang ada Endah yang akan diikutkan pada survei elektabilitas kedua," ungkapnya.
Survei yang akan digelar berkaitan dengan elektabilitas dan kapabilitas kandidat-kandidat yang telah mendaftar ke Golkar. Dia menyebut, ada 13 nama yang akan mengikuti survey tersebut. "Tentunya survei juga salah satu penentu kandidat yang akan kami usung nantinya, kemungkinan survei kali ini sebagai penentunya," tandasnya. (ndi/pra)
Editor : Satria Pradika