RADAR JOGJA - Meski sudah sembilan jam dilakukan pencarian oleh tim SAR, bocah 13 tahun yang hanyut di sungai tak kunjung ditemukan.
Peristiwa naas itu terjadi ketika korban bernama Muhammad Taufik Ariyanto asyik bermain di tepi Sungai Oyo hingga terpleset dan terjatuh kemarin (29/3) sekitar pukul 08.00.
Keluarga korban Rudi mengatakan, sebelum dirinya mendapatkan laporan korban tenggelam, Taufik terlihat sedang bermain di tepi sungai bersama lima temannya. "Taufik pamit dari rumah untuk bermain karena sedang libur sekolah," ujar Rudi kepada wartawan.
Naasnya, anak yang sedang duduk di bangku kelas enam SD itu diketahui tidak bisa berenang. Mereka berangkat ke sungai usai salat Subuh untuk bermain.
Namun sedang asyik bermain di tepi sungai, korban terjatuh ke sungai hingga membuat teman-temannya panik ketakutan.
"Teman-temannya berteriak minta tolong dan terdengar oleh warga yang sekitar, kemudian berupaya mencari keberadaan korban," ungkapnya. Namun korban tak kunjung terlihat setelah hanyut di sungai yang dalam kondisi keruh dan arus yang sangat kuat.
Sementara itu, Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto mengatakan, pihaknya menerima laporan telah terjadi kondisi membahayakan manusia tenggelam di Sungai Oyo tepatnya di Sidorejo, Karangtengah, Wonosari.
"Mendapatkan laporan itu, kami menerjunkan personel dari Pos SAR Gunungkidul untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian," ujarnya.
Pihaknya mengerahkan satu unit perahu karet untuk menyusuri sungai dalam upaya pencarian ini. "Kami menyusuri sungai menggunakan perahu karet dengan jarak radius 500 meter dari lokasi terakhir korban terlihat," ucapnya.
Selain itu, pencarian korban juga dengan mengerahkan drone dan petugas yang menyusuri tepian sungai. Kendati demikian, pencarian belum membuahkan hasil. Pihaknya mengerahkan 50 personel dalam upaya pencarian ini.
"Kondisi sungai dengan arus yang deras dan keruh menjadi kendala untuk melakukan pencarian di malam hari. Untuk itu kami lanjutkan besok pagi," ungkapnya. (cr6/laz)