GUNUNGKIDUL - Selama masa kampanye, Capres Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjanjikan program makan siang gratis untuk anak sekolah. Di Gunungkidul, program tersebut ternyata sudah berjalan salah satunya SMAN 2 (Smada) Wonosari.
Humas Smada Wonosari Yayuk Sri Rahayu mengatakan program makan siang gratis untuk pelajar di sekolahnya telah berjalan sejak tahun lalu. Sangat mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) karena peserta didik belajar sampai sore hari.
"Rintisan program makan siang telah berjalan sejak satu tahun terakhir," kata Yayuk Sri Rahayu Selasa (20/2/2024).
Makanan kadangkala berupa nasi lengkap dengan lauk pauk, tapi tidak jarang juga makanan ringan atau snack menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Sejauh ini anggaran makan siang gratis mengandalkan dari donasi.
"Dari sekolah tidak mengupayakan sendiri, tapi pesan makanan dari luar mengingat keterbatasan sumber daya manusia (SDM)," ujarnya.
Makan siang tersebut diberikan sepekan sekali setiap hari jumat. Pihak sekolah menyebutnya program 'Jumat Berkah'. Pada saat anak-anak usai melaksanakan salat Jumat di sediakan makanan gratis.
Disinggung mengenai program makan siang Nasional yang dijanjikan pemenang hasil Real Count Pilpres KPU Capres Cawapres 02, pihaknya belum bisa berkomentar lebih jauh. Pertimbangannya, karena penghitungan sementara penyelenggara pemilu hingga kini masih berjalan.
"Tapi seandainya besok memang terlaksana program makan siang gratis, dari sekolah menyambut dengan baik mengingat anak-anak kalau sekolah sampai sore hari," jelasnya.
Kami berharap jika program itu berjalan dan bisa diwujudkan, praktik di lapangan tidak menyulitkan sekolah. Misalnya, anggaran makan siang gratis dikelola sekolah diharapkan pertanggungjawabannya mudah.
"Pertanggungjawaban yang mudah dan tidak terlalu rumit," pintanya.
Namun pihaknya lebih setuju jika program itu turun ke sekolah sudah dalam bentuk makanan jadi dan tinggal diberikan kepada siswa. Namun dia mengingatkan, menu makanan disesuaikan dengan kebutuhan atau minat peserta didik.
"Karena anak-anak mudah sekarang tidak sama dengan orang-orang jaman dulu. Harapannya makanan yang diberikan bergizi dan disukai oleh anak-anak sekarang sehingga tidak mubazir," ucapnya. (gun)