GUNUNGKIDUL - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) di lingkungan Pemkab Gunungkidul dimulai. Berlangsung selama dua hari, diantara peserta memilih tes di luar daerah.
Kepala Bidang Formasi Pengembangan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul Farid Juni Haryanto mengkonfirmasi hal tersebut.
Seleksi kompetensi dasar dimulai sejak 14 November 2023, namun untuk peserta Gunungkidul baru terlaksana hari ini dan Selasa (21/11).
“Hari ini sudah mulai SKD dan pelaksanaan berlangsung selama dua hari,” kata," kata Farid Juni Haryanto Senin (20/11).
Dia menjelaskan, total peserta SKD sebanyak 1.075 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semua peserta melaksanakan tes di wilayah Provinsi DIY. Ada 61 peserta memilih tes di luar daerah.
“Untuk tes P3K di DIY, dipusatkan di Kota Jogja. Tapi, ada puluhan peserta memilih tes di luar daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Bansos PKH Gunungkidul Senilai Rp 600 Ribu Sudah Masuk ke Rekening, Silakan Dicek
Sesuai dengan peraturan, peserta memang diperbolehkan memilih lokasi tes sesuai dengan keinginan. Hari pertama tes di DIY, ada peserta sebanyak 512 orang. Hari kedua dijadwalkan jumlah peserta 502 orang.
“Ditotal dengan yang tes di luar daerah ada 575 CP3K ikut tes SKD,” ungkapnya.
Sesuai dengan peraturan, peserta memang diperbolehkan memilih lokasi tes sesuai dengan keinginan. Hari pertama tes di DIY, ada peserta sebanyak 512 orang. Hari kedua dijadwalkan jumlah peserta 502 orang.
“Ditotal dengan yang tes di luar daerah ada 575 CP3K ikut tes SKD,” ungkapnya.
Baca Juga: Waspada Luapan Air di Ibu Kota Wonosari, Titik Rawannya Ada di Sini
Sementara itu, Kepala BKPPD Kabupaten Gunungkidul Iskandar meminta peserta CP3K agar tidak mempercayai tawaran dari berbagai pihak terkait proses seleksi P3K. Dipastikan itu hanya modus penipuan berkedok membantu didalam penerimaan.
Sementara itu, Kepala BKPPD Kabupaten Gunungkidul Iskandar meminta peserta CP3K agar tidak mempercayai tawaran dari berbagai pihak terkait proses seleksi P3K. Dipastikan itu hanya modus penipuan berkedok membantu didalam penerimaan.
"Proses penerimaan sangat bergantung dengan kemampuan masing-masing peserta," kata Iskandar. (gun)