RADAR JOGJA - Sempat troubel, sumur bor bantuan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI di Padukuhan Klegung, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul segera beroperasi. Kerusakan pada bagian kelistrikan telah diperbaiki oleh Satgas Air Universitas Pertahanan (Unhan) RI.
Ketua Tim Satgas pengeboran air Unhan RI Laksma TNI Agus Adriyanto mengatakan, pada Senin (2/10) malam tiba di lokasi. Kedatangannya untuk melakukan pengecekan dan perbaikan peralatan agar sumur bor berfungsi optimal.
"Saya diperintahkan untuk mengecek ke lokasi," kata Agus Adriyanto.
Dalam kesempatan itu, dia sedikit mengoreksi pemberitaan Radar Jogja yang sebelumnya menyebut, setelah diresmikan oleh Menhan RI Prabowo Subianto air di Padukuhan Klegung tidak keluar lagi. Koreksinya, air memang tidak menyala tapi setelah satu bulan kemudian.
"Tadi sudah kita cek dan ternyata ada sedikit kerusakan di panelnya sehingga kita lakukan perbaikan. Sekarang airnya sudah mengalir dengan baik," ujarnya.
Pasti, kata dia, jika ada laporan kerusakan dari awal pihaknya gerak cepat. Hanya saja masyarakat mengaku takut menyampaikan informasi secara langsung.
"Padahal dari awal kita sudah wanti-wanti kalau ada trobel bisa dikomunikasikan, tapi warga takut," jelasnya.
Di satu sisi, pihaknya mengucapkan terimakasih atas pemberitaan yang ada, karena ini merupakan salah satu bentuk kehadiran media dalam fungsi pengawasan.
"Terimakasih bahwa media ikut melakukan fungsi kontrol," ungkapnya."Insyaallah, kata dia, sumur bor di Padukuhan Klegung, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk bisa digunakan oleh masyarakat."
Secara, lanjut dia, prinsip air dapat diangkat dan mengalir setelah ada pergantian panel. "Tapi kita akan cek lagi, di dalamnya ada apa. Seperti lumpur, kita akan bersihkan. Setelah itu baru kita aliran ke masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, dalam keterangan pers yang dikirim ke Radar Jogja, Biro Humas Setjen Kemhan Kolonel Sulistyanto mengatakan, dari fakta dilapangan diketahui bahwa ada kesalahan masyarakat dalam mengoperasikan alat tersebut, sehingga mengakibatkan terjadi korsleting listrik.
"Di sisi lain pihak Kemhan mendapatkan informasi tersebut justru dari media," kata Kolonel Sulistyanto.
Oleh karena itu setelah mengetahui ada kerusakan, Satgas Air Unhan, yang dipimpin oleh Laksma TNI Agus
Adriyanto bergerak cepat mengatasi kendala yang terjadi dan alhamdulillah air nya sudah bisa mengalir dengan deras lagi. Respon ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan sebagai wujud dari program tanggap darurat.
"Kemhan dan jajarannya akan senantiasa tampil terdepan dalam membantu kesulitan masyarakat tidak hanya di wilayah Gunung Kidul, tetapi di wilayah-wilayah yang saat ini sedang mengalami krisis air," ujarnya.
Terpisah, Dukuh Klegung Maryoto mengaku bahagia karena tidak lama lagi harapan warga untuk menikmati air bersih dari sumur bor dapat segera terpenuhi. Mewakili masyarakat, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan kelancaran air bersih di wilayahnya.
"Sudah dibantu terus sampai malu saya. Sekali lagi terimakasih, warga sangat bahagia karena air mengalir deras," kata Maryoto. (gun)
Editor : Heru Pratomo