Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalurahan Siraman, Wonosari dengan Program Sihawa Jadi Laboratorium Sosial Kesehatan Jiwa

Y
Penulis: Yusuf Bastiar❯

 

Lurah Siraman Damiyo bersama Kamituwa kalurahan sekaligus ketua program Sihawa Nurhuda sedang menunjukkan lahan pertanian garapan warganya yang menyandang ODDP.    
Lurah Siraman Damiyo bersama Kamituwa kalurahan sekaligus ketua program Sihawa Nurhuda sedang menunjukkan lahan pertanian garapan warganya yang menyandang ODDP.   

 


Advertisement

 

Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, menjadi salah satu wilayah di Gunungkidul yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi sosial berbasis kesehatan jiwa.

Melalui program Siraman Sehat Jiwa (Sihawa), pemerintah kalurahan bersama kader jiwa dan berbagai lembaga pendamping kini mampu memberikan layanan pemulihan psikososial bagi warga dengan disabilitas psikososial atau orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang dalam konteks pemberdayaan disebut orang dalam disabilitas psikososial (ODDP).

Advertisement

 

Program ini tidak hanya fokus pada penanganan kambuh. Tetapi, juga mendorong penerimaan sosial serta pemberdayaan ekonomi bagi para penyandang. Pemimpin Program Sihawa Ahmad Nurhuda menuturkan, perjalanan panjang program ini dimulai sejak 2017 ketika Siraman mendapat pendampingan dari Pusat Rehabilitasi Yakkum.

Saat itu terdapat setidaknya 20 warga penyandang ODDP yang sering harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Grhasia ketika mengalami kekambuhan. Namun keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang cara berinteraksi serta minimnya dukungan anggaran menjadi hambatan utama.

Advertisement

 

“Sebelum 2017 kami sering membawa teman-teman ODDP yang kambuh ke rumah sakit jiwa. Kami sempat bingung apakah mereka mampu diajak komunikasi dan bersosialisasi. Setelah ada pendampingan dari Yakkum, kami mulai membentuk kader jiwa, sosialisasi ke masyarakat dan keluarga, hingga menyediakan ruang komunikasi rutin untuk ODDP,” ujar Nurhuda saat ditemui di ruang kerja Lurah Siraman pada Jumat (5/12).

 

Seiring berjalannya waktu, pemerintah kalurahan mulai melihat pentingnya dukungan anggaran. Pada 2021 program ini mulai masuk dalam penganggaran desa sehingga penanganan menjadi lebih cepat dan terstruktur.

Ketika ada warga kambuh, tim tidak lagi harus menunggu keputusan birokratis, tetapi langsung bisa melakukan rujukan ke rumah sakit dan memastikan obat tersedia melalui pemantauan kader jiwa. “Kami sudah tidak bingung, ketika ada warga kami ODDP kambuh, langsung kami antar ke rumah sakit untuk penyembuhan,” tegasnya. 

 

Tak berhenti pada layanan kesehatan, Sihawa kemudian merambah program pemberdayaan ekonomi. Pada 2024, Kalurahan Siraman menyediakan anggaran Rp 62,9 juta untuk pelatihan kader, sosialisasi, kunjungan rumah, serta fasilitasi usaha produktif bagi ODDP, mulai dari pertanian hingga peternakan.

Tanah kas desa dipakai sebagai lokasi pertanian, sementara dana desa digunakan untuk pengadaan kambing dan pembangunan kandang bagi peserta yang dinilai siap. “Kami anggarkan untuk peternakan kita belikan kambing kemudian ada yang minta kandang kambing kita berikan untuk teman-teman,” imbuh Nurhuda.

Sementara itu, Lurah Siraman Damiyo menyampaikan, program ini bukan hanya memulihkan kesehatan mental, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri dan produktivitas sosial warga.

Ia mengaku pihaknya tak hanya memberi rehabilitasi, tetapi juga harapan. Menurutnya ini sebuah contoh bahwa pemulihan kesehatan jiwa tidak selalu harus bergantung pada fasilitas besar, tetapi juga dapat tumbuh dari kesadaran, penganggaran, dan kepedulian sosial di tingkat desa.

“Melalui Sihawa, kami ingin teman-teman ODDP tidak hanya pulih, tapi juga kembali diterima lingkungan dan memiliki kegiatan yang bermanfaat. Beberapa sudah mulai bertani dan beternak,” ujarnya.

 

Atas inisiatif yang konsisten, Pusat Rehabilitasi Yakkum pada 2025 menetapkan Kalurahan Siraman sebagai laboratorium sosial kesehatan jiwa. Program ini menjadi bukti bahwa desa mampu memainkan peran besar dalam pemulihan, dengan pendekatan humanis, berbasis komunitas, dan keberlanjutan ekonomi.

 

“Kami juga sering menerima kunjungan dari kalurahan di luar Jawa yang sini hendak mencontoh bagimana kami pihak kalurahan dan warga Siraman bersama-sama melakukan pemulihan terhadap warga kami yang ODDP,” tuturnya. (bas/pra)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puskesmas di Kabupaten Magelang Wajib Miliki Pos Jiwa 2027 untuk Perkuat Pemantauan Kesehatan ODGJ

Puskesmas di Kabupaten Magelang Wajib Miliki Pos Jiwa 2027 untuk Perkuat Pemantauan Kesehatan ODGJ

Pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Magelang akan diperluas melalui pembentukan Pos Jiwa di seluruh puskesmas pada 2027. Program ini diarahkan untuk memperkuat pemantauan kesehatan jiwa berbasis..

KAI Daop 6 Jogjakarta Amankan ODGJ yang Nekat Berjalan di Jalur Aktif KA Stasiun Maguwo

KAI Daop 6 Jogjakarta Amankan ODGJ yang Nekat Berjalan di Jalur Aktif KA Stasiun Maguwo

KAI Daop 6 Jogjakarta dan kepolisian mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berjalan kaki di jalur aktif kereta api (KA) Stasiun Maguwo, Minggu (4/10/2026) pukul 09.30. Hal ini karena dinilai membahayakan.

ODGJ Tertinggi di Karangsembung, Kades Minta Kompensasi Warga Terdampak TPA Kaligending

ODGJ Tertinggi di Karangsembung, Kades Minta Kompensasi Warga Terdampak TPA Kaligending

Kepala Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung Lukman Hakim. (M Hafied/Radar Jogja)ODGJ Tertinggi di Karangsembung, Kades Minta Kompensasi Terdampak TPA Kaligending

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer