RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan booster kedua vaksin Covid-19. Hal itu menindaklanjuti instruksi pusat yang memberlakukan dosis keempat alias booster kedua.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Sugondo mengatakan, pelaksanaan booster ke dua dimulai di komplek dinkes setempat kemarin (5/8). Pada hari pertama, sasaran awal adalah pegawai di lingkungan dinkes. Booster kedua menyasar pada seluruh Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). “Sesuai instruksi dari pusat, prioritas penerima booster kedua adalah SDMK,” kata Sugondo.

Dia menjelaskan, meski booster dua secara resmi baru dimulai, namun sebelumnya sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) sudah memulai vaksinasi booster kedua lebih awal. Terutama sejak instruksi dari pusat terbit pada akhir Juli 2022. “Sejumlah faskes memanfaatkan stok vaksin menjelang masa kadaluarsa,” ujarnya.

Menurutnya, jenis vaksin yang diberikan untuk booster beragam, tergantung dari merek booster pertamanya. Diperkirakan ada sekitar 4 ribu SDMK di Gunungkidul bakal menerima booster kedua vaksin Covid-19. Selain di kantor dinkes, proses vaksinasi juga dilakukan di seluruh puskesmas.

“Supaya dalam pelaksanaan berjalan cepat dan efisien. Sekaligus menyesuaikan persediaan dosis vaksin.Harapannya bisa selesai bulan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty berharap, pelaksanaan booster kedua bagi SDMK bisa selesai dalam waktu sepekan. Disatu sisi pihaknya juga kejar target dosis primer dan booster pertama bagi masyarakat umum.

“Untuk booster ke dua pada SDMK, skemanya bergilir, agar pelayanan kesehatan di semua faskes tidak terganggu. Sekaligus antisipasi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi),” kata Dewi. (gun/bah)

Gunungkidul