RADAR JOGJA – Dalam Pemilu 2024, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat Andi Arief membuka peluang koalisi dengan parpol manapun. Termasuk PDIP. Pertemuan parpol berlogo moncong putih dengan parpol berlambang bintang mercy, hanya tinggal menunggu waktu. “Hampir 30 persen dalam Pilkada, Demokrat bekerjasama dengan PDIP,” kata kata Andi di sela sparing bola voli di GOR Siyono, Playen Jumat (30/6).

Jika ada yang beranggapan akar rumput tidak menginginkan persatuan, menurutnya itu tidak benar. Data menunjukkan, Demokrat dan PDIP bersama dan bersatu di bawah. “Kalau pun yang ingin menutup diri paling Hasto (Sekjen PDIP) sendiri. Karena kenyataan di bawah, saya ketua bapilu, kerjasama terbesar waktu di pilkada itu dengan PDIP,” bebernya.

Dia menegaskan, pertemuan dengan PDIP hanya menunggu momentum saja. Demokrat pun yakin, nentinya PDIP tidak mungkin menutup diri dengan partai lain.

Mengenai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Andi menilai, hal itu menghebohkan percaturan politik. Yakni koalisi pertama antara Nasdem, PKS, dan Partai Golkar. Demokrat pun, juga sudah berkomunikasi paling intens dengan ketiga parpol itu. “Termasuk dengan Pak Prabowo dan Cak Imin, berbicara tentang ada kesepahaman tentang Indonesia butuh perubahan,” ucapnya.
Patut disyukuri, kata dia, dari berbagai survei ada tanda-tanda Dem

okrat dipercaya masyarakat untuk mengawal perubahan di Indonesia. Menurutnya, survei adalah aspirasi masyarakat dan tidak gampang mendapat kepercayaan dari masyarakat. “Untuk capres dan cawapres, masih menunggu karena kehendak rakyat belum bisa disimpulkan sekarang,” sebutnya. (gun/eno)

Gunungkidul