RADAR JOGJA – Gelombang setinggi 9 feet atau sekitar 2,7 meter menerjang Pantai Selatan kawasan Gunungkidul, kemarin (15/5). Dalam kejadian tersebut dilaporkan sejumlah wisatawan sempat terseret ombak. Kapal milik nelayan dan gasebo juga terkena dampak.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, tinggi gelombang terpantau naik sejak pukul 06.00 dan mencapai puncaknya sekitar pukul 9.00. Kejadian menojol berlangsung di Pantai Ngandong Sidoharjo, Tepus, Pantai Kukup, Kemadang, Tanjungsari, Pantai Watu Lawang, Tepus, Tepus dan Pantai Sepanjang Kemadang, Tanjungsari.”Di Pantai Ngandong, dilaporkan satu gasebo dan sejumlah kapal milik nelayan rusak ringan tersapu ombak,” kata Surisdiyanto.

Kemudian di Pantai Kukup, dilaporkan bahwa beberapa pengunjung tergulung ombak dan terpental menyebabkan luka ringan akibat benturan karang. Lalu di kawasan Pantai Watu Lawang ada empat orang yang akan menyeberang di kawasan pantai, tiba-tiba ombak datang. Beruntung, berkat kesigapan petugas SAR, mereka dapat ditolong.”Keempatnya mengalami shok, dan lemas, dan dibawa ke RSUD Wonosari untuk perawatan,” ujarnya.

Untuk Pantai Sepanjang seorang wisatawan sempat tergulung ombak, dan kaki kanan terbentur papan kayu sehingga robek. Korban dibawa ke RSUD Saptosari untuk perawatan luka.”Semua korban selamat,” ungkapnya.

Menurutnya, kunjungan wisata pada akhir pekan kemarin cukup banyak. Mereka menyebar kesejumlah wisata Pantai Selatan. Adanya potensi gelombang tinggi sebenarnya telah diinformasikan kepada masyarakat. Karenannya, regu penyelamat standby di lokasi.”Petugas tidak henti-hentinya memberikan imbauan agar wisatawan tidak mandi di air laut,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan gelombang tinggi kemarin mencapai 9 feet atau sekitar 2,7 meter. Mendekati siang dan sore berangsur surut. Pihaknya mengimbau kepada pengunjung agar mematuhi imbauan petugas SAR. “Kami sudah memasang rambu dan juga melakukan imbauan dari pengeras suara untuk keselamatan,” kata Marjono.

Badan Penanggulan Bencana (BPBD) Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mengaku belum menerima laporan dampak kerusakan akibat gelombang tinggi. (gun/din)

Gunungkidul