RADAR JOGJA – Kasus pencurian terjadi di wilayah hukum Polsek Patuk. Dalam sehari, dua orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Kasus pencurian di siang bolong tersebut sedang dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Kasus pencurian pertama dialami warga Padukuhan Soka, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Sainiyo,55. Total kerugian mencapai puluhan juta lebih terdiri dari batu mulia emas seberat 22 gram dan uang tunai belasan juta rupiah. Kasus kedua menimpa Edi Nurcholish,34, warga Padukuhan Semilir, Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk. Sepeda motornya hilang dibawa kabur orang dengan modus ilmu gendam.

Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa pencurian di wilayah hukumnya. Dia menjelaskan, kasus pencurian di dua TKP berbeda berangsung pada Minggu (17/4).

Kasus pencurian pertama terjadi sesaat setelah korban pergi takziah ke rumah salah satu rumah kerabat satu kampung. Berangkat sekitar pukul 09.00 WIB ke rumah duka dalam kondisi menutup pintu belakang dengan kain, karena pertimbangan ada anggota keluarga tidak ikut melayat. “Sekitar pukul 12.15, korban pulang pulang ke rumah,” kata Purwanto saat dihubungi kemarin (18/4).

Alangkah terkejutnya, masuk pintu kamar melihat dalam kondisi acak-acakan. Posisi alas tidur tidak berada di tempat semula. Merasa ada kejanggalan, korban minta pertolongan tetangga kanan kiri. Benar saja, setelah dilakukan pengecekan, harta benda berupa uang dan emas yang disimpan di kamar hilang. Total emas seberat 22 gram dengan nominal Rp 15.500.000 dan uang tunai sebesar Rp 11.800.000. ”Total kerugian Rp 27,3 juta,” sebutnya.

Kemudian sore harinya, penjual mi ayam Padukuhan Semilir, Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Edi Nurcholish,34, juga menjadi korban pencurian dengan modus terkena ilmu gendam. Lokasi kejadian di sebuah warung mi ayam dan Bakso Barokah. Berdasarkan olah TKP kepolisian, kejadian sore hari.
Sekitar pukul 16.00 WIB terlihat pasangan laki-laki dan perempuan datang ke warung mi ayam dan Bakso Barokah menggunakan motor Nmax. “Mereka pesan makanan sambil menepuk pundak korban,” ujarnya.

Tak berselang lama, si perempuan pergi sendirian ke luar menggunakan motor Nmax meninggalkan teman lelakinya. Namun sampai dengan selesai makan, perempuan tersebut tidak kunjung kembali. Pria misterius lantas meminta kunci motor milik korban dan diberikan begitu saja. Tak lama berselang, korban mengaku baru tersadar bahwa kendaraannya dibawa kabur ke arah barat. “Korban sempat mengejar sampai Prambanan namun tidak membuahkan hasil,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto meminta masyarakat waspada terhadap potensi kejahatan. Pastikan rumah dalam kondisi terkunci ketika ditinggal bepergian. “Jika melihat atau menjadi korban segera melapor agar segera ditindaklanjuti,” kata Suryanto. (gun/bah)

Gunungkidul