RADAR JOGJA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DIJ melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Gunungkidul. Sejumlah harga komoditas pangan terpantau naik, mulai dari telur ayam, hingga cabai.

Pantauan harga dan stok dilakukan di tiga lokasi. Diawali dari pasar tradisional terbesar Argosari Wonosari, peternakan ayam petelur di wilayah Kapanewon Semanu dan terakhir menyasar distributor area Kapanewon Ponjong. Kegiatan tersebut juga diikuti Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dan jajaran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Provinsi DIJ, Tri Saktiyana mengatakan hasil pantauan di Gunungkidul hampir sama dengan Kabupaten Sleman. Kebutuhan pangan mengalami kenaikan di awal Ramadan.
“Tingginya permintaan menjadi faktor utama penyebab kenaikan. Seperti minyak goreng. Kebutuhannya tidak hanya untuk pangan, tapi juga energi. Ini memang masih dalam proses penyesuaian-penyesuaian,” kata Tri saat peninjauan kemarin (4/4).

Minyak goreng kini dikenakan harga keekonomian, berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per liter. Terkait upaya menjaga stabilitas harga terutama migor curah agar sesuai dengan harga eceran terendah (HET), menurutnya bukan lagi kebijakan skala daerah namun skala nasional. “Yang penting persediaan mencukupi,” ujarnya.

Selain migor, komoditas lain yang mulai merangkak naik adalah telur ayam, harganya saat ini antara Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram di tingkat penyalur. Selain karena permintaan, kenaikan juga terjadi karena naiknya harga pakan untuk produksi ayam petelur. “Karena harga pakan naik, otomatis harga telur di pasaran ikut naik, tapi kenaikan masih terbilang wajar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan, harga daging ayam terpantau naik cukup tinggi dari sebelumnya Rp 35 ribu menjadi Rp 38 ribu per kg. “Cabai rawit hijau hari ini (kemarin) naik jadi Rp 30 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu per kg. Cabai rawit merah dari Rp 40 ribu jadi Rp 50 ribu per kg,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, kenaikan harga bahan pangan dialami hampir semua daerah, tidak terkecuali Gunungkidul. Kini Pemkab sedang berupaya menekan agar kenaikan harga tidak terlalu tinggi atau wajar “Makanya kami bersama TPID akan terus melakukan pemantauan, memastikan harganya tetap stabil,” kata Sunaryanta.
Selain harga, persediaan hingga distribusi bahan pokok juga menjadi perhatian. Pihaknya memastikan persediaan atau stok bahan pangan sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri aman. (gun/bah)

Gunungkidul