RADAR JOGJA – Libur Tahun Baru Imlek kali ini turut mengerek pendapatan dari sektor pariwisata di Gunungkidul. Khususnya di wilayah pesisir, jumlah kunjungan mencapai 1.700 orang dalam sehari.

Koordinator TPR Baron Heri Mulyono memperkirakan, pengunjung yang masuk lewat TPR Barun sekitar 1.500-1.700 orang. Antrean kendaraan, mulai mengular di pintu masuk sejak Senin (31/1) malam hingga kemarin (1/2) pagi. Jika dibandingkan dengan hari normal, volume kendaraan yang datang di hari libur ini meningkat.

Meski ada peningkatan wisatawan, namun tetap tidak seramai jika dibanding sebelum pandemi. Tapi jika dibandingkan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), lonjakan pengunjung hingga dua kali lipat. “Berdasarkan pantauan, rata-rata wisatawan berasal dari luar DIJ, seperti Jawa Tengah. Sebagian besar memilih datang dengan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor,” ujarnya kamarin.

Sementara itu, Koordinator Tim SAR Korwil II Gunungkidul Marjono mengingatkan, agar wisatawan mewaspadai rip current atau arus balik. Kondisi ombak Pantai Selatan landai, namun ada area rip current. Area tersebut sangat berbahaya. Terbentuk akibat arus datang tegak lurus garis pantai dan menemui garis pantai yang melengkung. “Biasanya, arus ini dapat menyeret seseorang yang sedang berenang di pantai,” kata Marjono.

Diketahui, target pertumbuhan PAD 2022 dari sektor wisata sekitar Rp 27 miliar. Dengan target kunjungan sebanyak 3-4 juta orang dalam satu tahun. Sebelumnya, target PAD 2021 dari pariwisata adalah Rp 18 miliar. Namun diturunkan menjadi Rp 12 miliar karena adanya kebijakan PPKM. (gun/eno)

Gunungkidul