RADAR JOGJA – Kondisi SD Beji di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk butuh perhatian. Ruangan guru sering terkena guyuran air hujan karena bagian atap serta plafon bocor dan berlubang. Menunggu realisasi usulan perbaikan, atap ditutup dengan terpal.

Kepala SD Beji Jumariyah mengatakan, pada November 2021 datang menggantikan posisi kepala sekolah lama. Teman-teman guru mengeluh saat hujan tiba air masuk ke dalam ruangan. Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi terganggu, karena harus ngepel dan membuang air ke luar ruangan. Kemudian pihaknya menyampaikan persoalan tersebut kepada komite sekolah.
“Hasil musyawarah dengan komite, muncul insitif untuk mengamankan ruangan dengan cara menutup (genteng) dengan terpal,” kata Jumariyah saat ditemui di SD Beji Rabu (12/1).

Dia tidak tahu persis kapan genteng itu bocor, karena menjabat sebagai kepala SD Beji belum genap dua bulan. Dia menduga kualitas genteng kurang bagus sehingga ketika hujan datang air masuk ke dalam ruangan. Disinggung mengenai rehabiltasi dari organiasi perangkat daerah (OPD) terkait pihaknya mengaku belum mengetahui lebih jauh.

Sepanjang yang diketahui ketahui, sebelum atap ditutup terpal air hujan memang sering masuk ke dalam ruangan. Akibatnya sarana prasarana sekolah seperti proyektor aset milik sekolah mengalami kerusakan dan mati. Selain itu plafon juga ambrol karena ada genteng yang pecah. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah mengaku sudah membuat laporan resmi ke dinas terkait.
“Sebagai antisipasi air tidak masuk ke ruangan ditutup dengan terpal. Mudah-mudahan tahun ini ada rehap ada perbaikan,” ucapnya.

Dia memastikan atap bocor hanya terjadi di ruang guru. Sejauh ini untuk ruangan kelas dalam posisi aman. Namun jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan atap bocor ruang guru merembet ke ruang kelas VI.

Sementara itu, Panewu Patuk Martono Imam Santoso mengaku telah berkoodinasi dengan pihak sekolah. Dia berharap kerusakan segera dilakukan perbaikan agar tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Sejauh ini atap ditutup dengan terpal,” kata Martono Imam Santoso.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul Taufik Aminudin mengaku sudah memonitor informasi kerusakan atap gedung SD Beji. Petugas telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung agar dapat ditentukan langkah-langkah lanjutan. “Kami masih menunggu hasil pengecekan petugas di lapangan,” kata Taufik Aminudin. (gun/bah)

Gunungkidul