RADAR JOGJA – Tidak lama lagi wakil rakyat di Gunungkidul bakal memiliki gedung baru. Kantong APBD kabupaten menyiapkan dana sebesar Rp 44 miliar. Mekanisme pengerjakan multi years atau tahun jamak anggaran.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Rakyat (DPUPR) Kabupaten Gunungkidul Agus Subaryanto mengatakan, kontruksi atau pembangunan gedung DPRD dimulai tahun ini. Rangkain persiapan sudah dimulai dari sekarang, seperti pemindahan barang-barang dan yang lain. Kemudian pengerjaan paling lambat Juli mendatang. “Total anggaran Rp 44 miliar,” kata Agus Subaryanto saar dihubungi Jumat (7/1).

Dia menjelaskan, karena pembangunan menggunakan skema multi years dana Rp 44 miliar dibagi dua. Tahun pertama rincianya sebesar Rp 12 miliar pada kontruksi, Rp 240 juta konsultan pengawas dan sisanya pendukung administrasi dan yang lain-lain. Kemudian tahun kedua atau 2023, biaya kontruksi sebanyak Rp 42 miliar, konsultan pengawas Rp 1,6 miliar dan sisanya pendukung administrasi.”Anggaran tersebut bersumber dari APBD Gunungkidul 2022,” ujarnya.

Untuk proses lelang direncanakan dimulai pada April mendatang dengan ketentuan yang berlaku. Adapun dalam planning pembangunan, rencananya seluruh gedung yang sekarang sudah berdiri dibongkar dan diratakan. Lalu dibangun ulang sesuai dengan desain. Menurutnya, desain gedung dewan tidak ada perubahan. “Sama seperti desain awal,” ucapnya.

Bangunan gedung dewan baru rencananya 4 lantai dengan berbagai macam fasilitas. Selama proses pembangunan, kantor dewan pindah sementara ke kantor eks Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kawasan Bangsal Sewokoprojo, Wonosari. “Iya, mulai boyongan menempati gedung baru di Siraman,” kata mantan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki ketika ditemui saat berada di lokasi pemindahan barang. (gun/pra)

Gunungkidul