RADAR JOGJA – Februari mendatang duet kepemimpinan Bupati Gunungkidul Sunaryanta-Heri Susanto memasuki tahun pertama. Tahun 2022 menjadi momentum pembuktian kinerja, karena bakal menjadi tolak ukur keberhasilan tahun berikutnya.

“Kalau tidak bisa mengambil momen 2022, maka tahun 2023 berat karena berdekatan dengan pilkada,” kata anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PKS Ari Siswanto menyoroti kepemimpinan Bupati Gunungkidul ke-28 itu.
Sehingga pembuktian untuk lebih sukses menakhodai kabupaten berjuluk Handayani harus dimulai tahun sekarang. Hanya diakui, postur APBD Gunungkidul 2022 mengalami defisit Rp 88,744 miliar. Lantaran alokasi belanja daerah mencapai Rp 2,020 triliun lebih besar dibanding alokasi pendapatan Rp 1,032 triliun.

Padahal tahun anggaran 2022 merupakan tahun awal dalam kerangka RPJMD tahun 2021-2O26 sebagai penjabaran visi, misi, dan program pembangunan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Tambal sulam defisit anggaran itu seperti tahun-tahun sebelumnya disuntik dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 108,744 miliar. Pengeluaran pembiayaan Rp 20 miliar dan pembiayaan netto Rp 88,744 miliar. “Kalau mau kelihatan (capaian kinerja), paling tidak perbanyak investasi,” ujarnya.

Politisi PKS itu mengingatkan, potensi PAD kalau mau benar juga harus mengambil kebijakan spektakuler. Tapi sayang, kata Ari, sejauh ini belum terlihat. Target PAD tahun 2022 masih di bawah Rp 300 miliar. Rinciannya, PAD 2021 sekitar Rp 240 miliar, sementara target PAD 2022 hanya sekitar Rp 255 miliar. “RAPBD 2022 normatif, karena terbentur kondisi keuangan,” ucapnya.

Belum lagi beban keuangan pembiayaan terhadap 1000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) yang dibebankan kepada pemerintah daerah. Dia memperkirakan, setiap tahun APBD kabupaten terkuras sekitar Rp 29 miliar. Belum lagi kewajiban pemkab terhadap program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan BPJS sebesar Rp 80 miliar per tahun. “Jadi, cukup mengejutkan sekali jika bupati justru sering melakukan rotasi pejabat, padahal waktu terus berjalan,” ucapnya.

Kemudian pihaknya menyoroti penataan pejabat. Menurutnya nama-nama yang muncul banyak yang mengejutkan. Spekulasi bupati bahkan dinilai cukup berani ditengah situasi ekonomi seperti sekarang. Ari melihat banyak panewu diboyong jadi pejabat kabupaten.

Sementara itu, Tim Bupati untuk Percepatan Penyelenggaraan Pembangunan (TBUP3) Kabupaten Gunungkidul Bambang Riyanto belum bisa dimintai tanggapan. Namun dia sempat meminta dukungan kepada semua pihak agar upaya membantu bupati menuju perubahan Gunungkidul dapat terlaksana dengan baik.

Sebelumnya, Bupati Sunaryanta mengaku optimistis terhadap kondisi perekonomian yang diperkirakan pada 2022 terus mengalami perbaikan. Kondisi penanganan pandemi dan vaksinasi masal diperkirakan dapat mengendalikan laju penambahan kasus positif Covid-19 dan mempercepat terwujudnya herd immunity. (gun/laz)

Gunungkidul