RADAR JOGJA – Tahun depan iklim pariwisata diyakini membaik. Kepercayaan itu memacu semangat eksekutif dan legislatif di Gunungkidul untuk menaikkan PAD. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya dipatok naik hingga dua kali lipat.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, target pertumbuhan PAD tertuang dalam Rancangan APBD 2022. ”Sudah ketok palu, tinggal menunggu hasil evaluasi dari gubernur,” katanya Jumat (3/12).

Ditegaskan, target PAD 2022 sekitar Rp 27 miliar. Sementara target kunjungan 3-4 juta orang dalam satu tahun.
Dikatakan pemkab telah ancang-ancang mengerek PAD dari sekarang. Dia menggarisbawahi, perlunya penetrasi terhadap pengetatan protokol kesehatan (prokes). “Kami mulai mem-branding pariwisata sehat,” ujarnya.

Menurut Harry, posisi ideal untuk menghadirkan wisatawan adalah memastikan bahwa penerapan prokes dilakukan secara benar. Kebiasaan baru wisata sehat menjadi kunci untuk membuka peluang bagi wisatawan agar merasa nyaman dan aman ketika berkunjung. “Orang akan percaya jika pengelola taat prokes,” tegasnya.

Harry mengakui dalam 5 tahun terakhir pontang-panting mengejar target. Usaha meraih target PAD sektor pariwisata cukup sulit. Pada 2018 dari target Rp 28 miliar hanya teralisasi Rp 24,2 miliar.

Tak terpenuhi lantaran dampak pararel badai siklon cempaka 2017. Lalu 2019 PAD wisata juga tidak penuh. Dari target Rp 27,8 miliar hanya tercapai Rp 25,08 miliar. Memasuki 2020 pendapatan dipatok sebesar Rp 29 miliar. Namun karena panemi Covid-19, target PAD dilakukan penyesuaian. Targetnya diturunkan menjadi Rp 11 miliar.

Pada 2021, pihaknya kembali menurunkan target PAD dari Rp 18 miliar menjadi Rp 12 miliar, atau mencapai Rp 6 miliar, karena adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Sekarang sisa waktu satu bulan ini harus menutupi kekurangan sekitar Rp 2 miliar agar target bisa terpenuhi,” bebernya.

Untuk target PAD tahun depan jika tidak memungkinkan bisa dievaluasi seperti tahun sebelumnya. Kawasan pantai masih jadi andalan penyumbang PAD wisata terbesar hingga 90 persen.

Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul Ery Agustin berkeyakinan target PAD 2022 sebesar Rp 27 miliar dapat terpenuhi. Dia optimistis kondisi ke depan jauh lebih baik. Politik Golkar itu menyarankan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengoptimalkan kinerja. “Gali potensi sumber-sumber pendapatan dan memaksimalkan. Retribusi dipacu jangan sampai terjadi kebocoran,” kata Ery Agustin.

Menurutnya, potensi kebocoran PAD pariwisata bukan kabar burung. Sering dijumpai pengunjung masuk melalui jalan tikus dan tidak membayar retribusi.”Ada berapa PAD menguap jika fenomena seperti ini tidak ditangani dengan baik,” tegasnya. (gun/bah)

Gunungkidul