RADAR JOGJA – Selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 untuk semua wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Gunungkidul. Khusus untuk pengaturan wisata, diizinkan buka namun ada pembatasan jumlah pengunjung.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, tempat wisata di Bumi Handayani selama PPKM Level 2 sudah dibuka 95 persen dengan kapasitas kunjungan maksimal 25 persen. Pada libur Nataru pemkab akan mengikuti kebijakan penerapan PPKM Level 3 dari pusat.
“Nantinya pembatasan untuk tempat wisata 50 persen total pengunjung di satu lokasi,” kata Harry Sukmono saat dihubungi kemarin (28/11).

Pihaknya berharap setiap pengelola wisata menerapkan aturan. Selain pembatasan 50 persen pengunjung di tempat wisata, pengelola wisata juga harus sudah mengantongi Sertifikat CHSE. Sampai dengan saat ini ada lima persen yang belum memenuhu persyaratan beroperasi.

“Karena persyaratan untuk buka belum didapat. Misalnya aplikasi Peduli Lindungi dan sertifikat CHSE, seperti kawasan Gua Ngingrong Mulo dan Hutan Turunan Girisuko, Panggang,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, berdasarkan data terbaru capaian pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 9,8 miliar. Kemudian jumlah pengunjungnya mencapai sebanyak 1,3 juta orang “Kepada pengunjung dan pengelola wisata harus taat prokes,” tegasnya.

Harry mengatakan kebijakan screening awal persiapan pemindaian QR Peduli Lindungi bagi kendaraan untuk memantau kesehatan. Pengunjung datang dalam keadaan sehat, demikian saat pulang. Dia mengingatkan, prokes ketat menjadi bagian penting pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Seksi Pengendalian dan Operasi Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo Aji mengatakan, penerapan skema ganjil genap bagi kendaraandigelar rutin setiap akhir pekan.”Pos rest area angkutan wisata sementara diperiksa 98 unit, putar balik 5 angkitan wisata plat hitam. Untuk Pos Semin periksa 118 unit kendaraan, putar balik 12 angkutan,” kata Bayu Susilo Aji.

Terpisah, pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Kapanewon Patuk Sugeng Handoko mengatakan, destinasi Gunung Api Purba dan Embung telah menyiapkan sejumlah SOP yang telah ditentukan pemerintah. Diantaranya pendaftaran di aplikasi Peduli Lindungi dan juga sertifikat CHSE. Termasuk penerapan Prokes secara ketat.

Di bagian lain, Sekretaris Tim SAR Korwil II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, secara umum situasi kawasan obwis di pesisir aman terkendali. Pihaknya meminta kepada pengunjung memastikan kesehatan sebelum berlibur. “Sempat ada dua pengunjung terpakasa dilarikan ke rumah sakit karena asma dan vertigo,” kata Surisdiyanto. (gun/bah)

Gunungkidul