RADAR JOGJA – Misteri hewan ternak mati misterius di wilayah pesisir belum terpecahkan. Bahkan, rentetan serangan mematikan semakin menjadi. Delapan hari hari terakhir, belasan kambing ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan.

Terbaru ternak mati misterius di Kapanewon Panggang. Merujuk data mapolsek setempat, kasus tersebut terjadi pada 11 November sampai dengan 18 November 2021. Total ada 18 kambing milik warga Padukuhan Widoro RT 11, Kalurahan Giripurwo tewas.

Rinciannya, kasus pertama dialami Suhar warga setempat. Sebanyak 5 ekor kambing ditemukan mati pada 11 November 2021. Lima hari kemudian dua ekor kambing milik Kamidi juga mati. Sehari kemudian atau 17 November 2021 tiga ekor kambing milik Heru mengalami nasib serupa. Lalu Kamisnya lagi-lagi dua ekor kambing milik Wasri, dan 5 ekor kambing milik Jarwo ditemukan mati.

Kapolsek Purwosari AKP Ismanto mengatakan, berdasarkan olah TKP ternak kambing mati akibat luka pada bagian leher dan bokong. Seejumlah saksi sempat melihat anjing liar berjumlah empat ekor lalu lalang di kandang ternak. “Ada warga yang melihat anjing berada di sebuah kandang kosong,” kata Ismanto Minggu (21/11).

Sementara itu, Lurah Giripurwo Supriyadi mengungkapkan, serangan hewan ternak hampir tiap tahun terjadi. Biasanya saat musim kemarau, namun belakangan juga muncul ketika musim penghujan. Kebanyakan kasus kematian ternak jauh dari pemukiman warga “Kandang yang jadi sasaran terletak jauh dari pemukiman warga, sehingga minim pengawasan,” kata Supriyadi.

Namun anehnya, kejadian terakhir berbeda. Ternak kambing mati kandangnya justru dekat dengan pemukiman penduduk. Dalam catatannya, ada dua kasus serangan misterius berada dekat pemukiman warga. Kambing ditemukan mati dalam kondisi sebagian besar masih utuh. Meninggalkan jejak gigitan pada bagian kaki atau paha bagian belakang.“Warga kami di padukuhan Blumbang pernah menangkap seekor anjing liar berukuran besar, jadi diduga kuat kawanan anjing liar itulah yang menyerang kambing kambing ini,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan Hewan (Kesawan) Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Retno Widiastuti mengaku telah melakukan survailans.”Tapi hasilnya masih kami analisa. Kalau sudah kami koordinasikan dengan berbagai pihak. Kami share hasilnya,” kata Retno Widiastuti.

Hasil pengamatan awal, ada bekas gigitan hewan liar pada ternak mati. Namun demikian, secara pasti pihaknya belum bisa menyampaikan karena masih menunggu hasil survailans. Selain Kapanewon Panggang, kasus serupa juga ditemukan di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus dan Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo.”Hasil survailans nanti direkomendasikan ke pihak-pihak terkait seperti, polsek, DPP, maupun kalurahan,” ujarnya. (gun)

Gunungkidul