RADAR JOGJA – Juru sita pajak negara Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, Wonosari menyita aset milik seorang penunggak pajak. Total aset yang disita sebesar Rp 5 miliar.

Kepala KPP Pratama Wonosari Veronica Heryanti mengatakan, ada 3 WP yang menunggak pajaknya tahun ini. Salah satunya wajib pajak berinisial, S. Namun nilai aset yang disita lebih kecil dibanding dengan tunggakan pajak sehingga harus tetap melunasi.

”Aset yang disita wajib pajak diperkirakan memiliki nilai Rp 5 miliar terdiri dari tanah dan bangunan,” kata Veronica disela proses penyitaan aset Rabu (17/11).

Dia mengakui, di tengah pandemi Covid-19 penunggak pajak di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan. Petugas mengaku kesulitan menarik pajak selama pandemi. Meski demikian, berbagai upaya pendekatan dilakukan agar WP bersedia dan segera melunasi kewajiban. “Selalu kami imbau dan ingatkan, termasuk melakukan konseling agar ada itikad baik melunasi pajak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIJ, Yoyok Satiotomo mengatakan, wajib pajak berinisial S memiliki utang pajak sesuai hasil Surat Ketetapan Pajak (SKP) 2019 atas Tahun Pajak 2015 dan 2016.

“Utang pajak yang dimiliki S sebesar Rp 9,485 miliar,” kata Yoyok.
Utang tersebut terdiri dari pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai (PPN). Penunggak pajak merupakan seorang wirausaha dan bersikap kooperatif selama proses penyitaan. Pengusaha tersebut bermaksud menjual sendiri asetnya tersebut untuk melunasi tunggakan pajak. “Berharap obyek yang disita bisa segera terjual, kalau nanti belum (terjual) terpaksa kami lelang,” ujarnya.

Menurutnya, proses penyitaan telah dilakukan sesuai dengan prosedur. Penagihan aktif dilakukan jika setelah jatuh tempo SKP, wajib pajak belum melunasi pajak terutang yang tercantum.

Proses penyitaan aset dilakukan secara bertahap, mengacu pada UU Nomor 19/2009 tentang Penagihan Pajak. Setidaknya ada 3 tahap yang sudah dilakukan yaitu dengan Surat Teguran, Surat Paksa, dan Surat Pemberitahuan Melakukan Penyitaan. “Hari ini kami lakukan eksekusi sita aset,” tegasnya. (gun/bah)

Gunungkidul