RADAR JOGJA – Setelah hampir dua tahun Covid-19 mewabah, akhirnya di Gunungkidul tidak ada kasus Covid-19 aktif. Seluruh tempat isolasi terpusat yang disediakan satgas dan isolasi tingkat kalurahan sudah tidak digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Gunungkidul sejak pandemi mencapai 17.922 kasus. “Sembuh sebanyak 16.886 kasus dan meninggal 1.031 orang,” kata Dewi Irawaty saat dihubungi Senin (15/11).

Meskipun kasus aktif Covid-19 yang menjalani isolasi terpadu di Gunungkidul sudah tidak ada, kadis kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan. Menurut dia Covid-19 masih berstatus pandemi.“Potensi penularan masih terjadi, sehingga harus tetap menjalani protokol kesehatan,” tegasnya.

Dinkes juga masih berupaya untuk menuntaskan vaksinasi seluruh masyarakat Bumi Handayani. Pihaknya juga menyoroti masa liburan di Desember 2021 – Januari 2022, karena ada tidaknya kasus kasus bisa dilihat Februari-Maret 2022.“Kami tetap siapkan sesuai porsinya, karena perlu dukungan banyak pihak,” ucapnya.

Mengenai skenario penanganan menghadapi gelombang 3 Covid-19, salah satunya menyiapkan kapasitas di rumah sakit (RS) beserta fasilitas pendukung hingga kembali mengaktifkan selter. Namun khusus shelter pengaktifannya situasional.“Paling tidak kami perkirakan berapa kebutuhan bed perawatan di RS menghadapi potensi kenaikan kasus,” ucapnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menilai potensi gelombang ketiga masih bersifat kemungkinan. Walau begitu harus tetap waspada mengingat kasus di sejumlah daerah lain merangkak naik.“Kami terus kejar target vaksinasi hingga akhir tahun ini. Harapan kita (gelombang 3) jangan sampai terjadi,” kata Sunaryanta. (gun/pra)

Gunungkidul