RADAR JOGJA – Seorang petani warga Padukuhan Jatirejo, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari ditemukan tewas di bawah jembatan Bunder, Kali Oya, Kapanewon Patuk. Korban sebelumnya terpeleset saat menyeberangi bendungan sungai oya wilayah Padukuhan Gatak. Jasadnya ditemukan di radius tujuh kilometer dari lokasi kejadian.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan, korban atas nama Suseno,63, hilang terbawa arus Kali Oya pada Minggu (7/11) sore. Menurut keterangan saksi-saksi di lapangan, kakek Suseno sebelum terseret air berniat pulang usai menggarap lahan. Korban menyeberangi bendungan namun kakinya terpeleset.”Ada beberapa saksi sedang memancing mengetahui peristiwa itu. Kemudian meminta tolong kepada warga, dan mencari pelampung, untuk menolong korban, tetapi tidak berhasil,” kata Suryanto saat dihubungi Senin (8/11).

Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mendatangkan regu penyelamat. Tim SAR Gabungan berasal dari BPBD Gunungkidul, SAR, Tagana, Basarnas DIJ, serta Polisi dari Polsek Wonosari.Mereka berbagi tugas melakukan pencarian terhadap korban. Hingga petang upaya penyisiran melalui jalur air dan darat hasilnya nihil. Bahkan para relawan telah menelusuri hingga Jembatan perbatasan Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari dan Kalurahan Gading Playen.”Keesokan harinya korban ditemukan di bawah jembatan Bunder,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta L.Wahyu Efendi mengatakan pencarian dilaksanakan sejak Minggu (7/11) dan baru ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 5.30. Titik penemuan berada di bawah jembatan Bunder, Patuk atau dengan jarak 7 KM dari lokasi kejadian. Tim gabungan langsung mengevakuasi menggunakan perahu karet dan menyerahkan kepada pihak keluarga ke rumah duka.”Operasi SAR di nyatakan di tutup dan semua unsur SAR Gabungan yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata L Wahyu efendi.

Terpisah,Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Belakangan intensitas hujan mengalami peningkatan dan memicu arus deras sungai. Menurutnya, sungai oya sangat rawan karena menjadi titik pertemuan sungai-sungai kecil.”Potensi bencana ditengah musim penghujan harus diwaspadai, terutama banjir dan bencana longsor,” kata Edy Basuki.

Berdasarkan peta rawan bencana, longsor berpotensi di zona utara. Kerawanan itu berada di Kapanewon Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, dan Kapanewon Ponjong. Sisi utara Gunungkidul mayoritas merupakan daerah tinggi perbukitan dan kontur tanahnya pun demikian, sehingga sangat rawan longsor.

Kemudian daerah lain seperti Kapanewon Wonosari, Semanu, Girisubo, Tanjungsari, Saptosari, Kapanewon Purwosari merupakan daerah rawan banjir atau genangan. Wilayah tersebut berada di cekungan dan banyak luweng yang tersumbat saat musim kemarau. (gun/pra)

Gunungkidul