RADAR JOGJA – Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi kuliner lokal yang potensial dikembangkan. Adanya peluang tersebut, pelaku ekonomi kerakyatan yang membidik pasar wisata kuliner halal mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto saat menghadiri acara re-soft opening Weipa & Pakuderjan (Wisata Edukasi Inspirasi Preneurship Al Mumtaz dan Pasar Kuliner nDesa Kerjan), Kapanewon Patuk Minggu (7/11).”Inilah sebenarnya yang kami inginkan. Konsep ekonomi kerakyatan bagaimana mengoptimalkan dan melakukan pemberdayaan-pemberdayaan diseluruh lini, salah satunya (telah dilakukan) Ponpes Al Mumtaz,” kata Heri Susanto.

Konsep Weipa & Pakuderjan potensinya sangat luar biasa dan bisa disinergikan dengan pemerintah daerah. Konsep besar Pemkab Gunungkidul dalam kontek ekonomi kerakyatan, Ponpes Al Mumtaz bisa dicontoh dan direplikasi di tempat lain.”Dukungan dari pemerintah tidak hanya pendampingan tapi juga dari aspek permodalan,” ujarnya.

Kata Heri, wisata umum biasanya ke pantai tapi ada juga wisata minat khusus. Wisata kuliner halal Ponpes Al Mumtaz menurutnya akan memiliki pasar yang luar biasa nantinya. Menjadi wisata alternatif karena lokasinya berada di jalur utama atau jalan Nasional.”Nanti master plan seperti apa tinggal disinergikan dengan pemkab mudah-mudahan meningkatkan geliat ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al Mumtaz, Kerjan, Patuk KH Muhammad Khoiron mengatakan, gerakan wisata kuliner halal sebagai keniscayaan bagi Gunungkidul. Mengingat, kuliner halal sudah menjadi tuntutan masyarakat termasuk wisatawan. Mereka memiliki kesadaran sekaligus kepuasan yang tinggi terhadap jaminan produk halal.”Wisata tourism, wisata food, wisata edukasi, inspirasi juga wisata religi,” kata Muhammad Khoirun.

Dikatakan, roda rintisan wisata kuliner halal yang digerakkan sementara waktu buka setiap Ahad Pahing atau Minggu Pahing. Kedepan secara bertahap buka setiap hari libur, dan buka secara kontinue setiap hari disesuaikan dengan geliat perkembangan dunia pariwisata.”(Target pasar) ini adalah mengambil peluang pengunjung seperti mahasiswa dan pelajar yang melakukan study tour kunjungan industri,” ucapnya.

Nah, ketika mereka melakukan kunjungan wisata, Ponpes Al Mumtaz bisa menjadi rujukan melakukan study tour. Dia berkeyakinan, banyak ilmu yang bisa diperoleh. Ada spirit baru karena pengunjung bisa melihat dan belajar langsung dari hulu hingga hilir.”Program Weipa & Pakuderjan melibatkan santri dan warga setempat,” terangnya. (gun/pra)

Gunungkidul