RADAR JOGJA – Aksi kriminalitas jalanan terjadi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya wilayah Girisekar, Panggang. Seorang pengemudi roda empat mengaku jadi korban pelemparan batu oleh rombongan pemotor.

Peristiwa ini dialami Minto, warga Padukuhan Bali, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang akhir pekan lalu. Korban selamat, namun bagian depan kaca mobil pecah akibat lemparan benda keras.

Menurut pengakuan korban, Sabtu (30/10) sore sekitar pukul 16.30 ia melaju dari arah barat menuju timur JJLS. Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya belakang Balai Kalurahan Girisekar, berpapasan dengan rombongan sepeda motor.

Secara mengejutkan salah seorang dari rombongan pemotor melempar batu dan mengarah tepat ke bagian kaca depan mobil. Benturan benda keras itu mengakibatkan kaca mobil miliknya pecah dan berlobang.
Sekejab kemudian para pelaku tancap gas mengarah ke barat. “Saya dihubungi korban terkait dengan kejadian ini,” kata Bhabinkamtibmas Kalurahan Girisekar Bripka Yayan kemarin.

Ketika sampai di lokasi kejadian, mendapati kaca mobil berlubang. Perkara ini tidak dilaporkan ke Polsek setempat, karena TKP sepi sehingga minim saksi. Masih menurut keterangan saksi, begitu menjadi korban pelemparan langsung berupaya minta bantuan warga namun kesulitan. “Tak satu pun warga yang mengaku melihat kejadian,” ujarnya.
Atas peristiwa yang menimpanya, korban hanya bisa pasrah. Namun dia berharap kejadian serupa dapat diwaspadai mengingat saat akhir pekan. Terlebih sepanjang JJLS daerah Saptosari, rawan aksi kejahatan yang membahayakan keselamatan.

Sebelumnya, sejumlah remaja juga berulah saat hendak berwisata ke sejumlah pantai di kawasan Kabupaten Gunungkidul. Mereka melakukan aksi teror kepada pengguna jalan JJLS, tepatnya di ruas Kalurahan Jetis, Saptosari. Mereka mengintimidasi pengguna jalan lain dengan cara memenuhi seluruh badan jalan.

Tak hanya itu, puluhan remaja yang saling berboncengan juga melakukan aksi standing dengan mengangkat roda depan. Sementara yang lain memainkan tuas gas hingga menimbulkan suara knalpot yang memekakkan telinga. “Suara knalpot bising dan meresahkan warga,” kata warga setempat Sujono.

Akibat aksi itu menyebabkan beberapa pengendara motor mengalami kecelakaan lali lintas. Beruntung aksi brutal mereka berhasil diredam polisi yang tengah patroli, jika tidak dipastikan para pelaku akan jadi korban aksi massa.

“Diantaranya kami amankan dan dilakukan pembinaan karena masih di bawah umur,” kata Kapolsek Saptosari AKP Awal Mursiyanto. (gun/laz)

Gunungkidul