RADAR JOGJA – Agenda pemilihan lurah (pilur) serentak di Gunungkidul sudah selesai. Hasilnya, belasan incumbent alias petahana gagal mempertahankan kursi jabatan. Modal popularitas mereka belum cukup untuk meraih dukungan secara penuh.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul Kriswantoro mengatakan, pelaksanaan pilur berjalan aman dan lancar. “Terdapat 58 kalurahan yang menyelenggarakan pilur,” katanya Kamis (31/10).

Dia menjelaskan, total ada 170 calon lurah berkompetisi di 58 kalurahan. Dari jumlah itu, 43 di antaranya petahana. Tidak semua petahana sukses merebut hati pemilih. Tercatat ada belasan wajah lama tumbang karena suaranya digerus wajah-wajah baru. “Rekapitulasi sudah selesai,” ujarnya.
Hasil pencermatan, 19 calon incumbent gagal mempertahankan kursi, sementara 24 di antaranya menang. Incumbent kalah seperti Lurah Tancep (Kapanewon Ngawen), Lurah Nglanggeran (Kapanewon Patuk), Lurah Getas, Bleberan, dan Plembutan (Kapanewon Playen), Lurah Karangtengah (Kapanewon Wonosari), Lurah Nglindur (Kapanewon Girisubo), Lurah Sawahan dan Kenteng (Kapanewon Ponjong).

AMAN: Para calon Lurah Putat, Patuk, diajak keliling TPS oleh panitia pilur ke TPS akhir pekan lalu (30/10).(GUNAWAN/RADAR JOGJA)

Lurah Jatiayu (Kapanewon Karangmojo), Lurah Karangsari, Kemejing (Kapanewon Semin), Lurah Kemiri (Kapanewon Tanjungsari), Lurah Giriharjo dan Girikarto (Kapanewon Panggang), Lurah Tepus (Kapanewon Tepus), Lurah Dadapayu (Kapanewon Semanu ) dan Lurah Pengkol.
“Sebanyak 56 lurah terpilih akan dilantik pada 17 Desember 2021.

Sedangkan untuk Lurah Semoyo dan Pengkol akan dilantik pada 30 Desember sesuai dengan berakhirnya masa jabatan,” ucapnya.
Selanjutnya lurah lama harus menjalankan ketugasan sampai dengan berakhirnya masa jabatan. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena semua tahapan sampai dengan pemungutan suara berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti.

Untuk diketahui, hajatan pilur jumlah DPT sebanyak 236.584 orang tersebar di 709 TPS dan diikuti oleh 170 calon lurah (151 laki-laki dan 19 perempuan). Jumlah DPT dan TPS tersebut sudah sesuai dengan SE Mendagri Nomor 141/6698/SJ tentang pembatasan jumlah pemilih dalam satu TPS tidak lebih dari 500 orang.

Sementara itu, Bupati Sunaryanta mengingatkan, dalam sebuah kontestasi ada kalah dan menang. Dia berpesan tetap legawa, karena membangun tidak hanya dengan menjadi lurah saja, namun di sektor lain dalam rangka mengabdikan diri dan tetap menjaga solidaritas. “Tetap semangat membangun dengan kebersamaan,” katanya.

Terpisah, Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayuda mengatakan, dalam perhelatan pilur menerjunkan ratusan personel. Petugas diterjunkan ke wilayah yang menyelenggarakan pilur untuk melakukan patroli pengamanan. (gun/laz)

Gunungkidul