RADAR JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ menggelontorkan bantuan keuangan bagi pelaku wisata ditengah pandemi Covid-19. Program dana hibah tersebut salah satu tujuannya mendukung percepatan pengembangan daya tarik wisata.

Kabid Industri Kelembagaan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Eli Martono mengatakan, program bantuan keuangan yang disiapkan pemprov bisa diakses melalui jalur pengajuan proposal. “Diharapkan bisa segera finaliasi dan dapat dicairkan tahun ini,” kata Eli Martono saat dihubungi Jumat (28/10).

Bantuan yang akan diberikan kepada pelaku wisata juga diharapkan tidak hanya bisa digunakan menopang hidup geliat wisata pada masa pandemi, tetapi juga untuk memulai berusaha atau pengaktifan destinasi wisata. “Bantuan melalui dana keistimewaan. Kisarannya (bantuan) Rp 27 juta sampai dengan Rp 35 juta per pokdarwis (kelompok sadar wisata),” ujarnya.

Menurut Eli Martono, tahap awal seluruh pokdarwis yang terdata ke dispar telah diberikan sosialisasi. Karena tidak ada kuota, pihaknya meminta kepada semua pokdariwis berjumlah 70 titik segera menyusun proposal. “Kami memfasilitasi pendanaan tersebut,” ucapnya.

Dijelaskan, besaran proposal tidak sama karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pokdarwis. Misalnya, pengajuan Rp 35 juta khusus satu wilayah yang memiliki destinasi lebih dari satu. “Pengajuan proposal bantuan keuangan ditujukan kepada Pemprov DIJ,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Gunungkidul Sunaryanta Nomor 556/4825 tentang Pembukaan Destinasi Wisata, 27 tempat wisata telah dibuka. “Ada syarat wajib yang harus dipenuhi pengunjung,” kata Harry.

Selain prokes harus menginstal Aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian ada pembatasan kuota destinasi wisata 25 persen dari kapasitas. Termasuk sertifikasi CHSE destinasi wisata. ” pindai QR Code tetap di TPR wisata, terutama yang menuju pantai,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Pokdarwis Kampung Emas Plumbungan, Putat, Patuk Andri Purwanto menyambut baik adanya peluang bantuan hibah kepada pelaku wisata. Artinya pemerintah masih memperhatikan pelaku wisata. “Diharapkan pariwisata bisa pulih dan ekonomi bergeliat,” kata Andri. (gun/bah)

Gunungkidul