RADAR JOGJA – Tahapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) memasuki babak akhir. Di Gunungkidul, sejumlah guru dinyatakan lolos seleksi dan berhak atas upah layak.
Ketua Forum Guru Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunungkidul Aris Wijayanto mengatakan, hasil seleksi tahap pertama telah diumumkan. Pengumuman diberikan langsung kepada guru yang bersangkutan. Total ada sekitar seribu orang guru tingkat SD hingga SMA mendaftarkan seleksi P3K.

“Harapannya tahun ini semuanya bisa lolos. Kalau tidak lolos tahap pertama bisa mengikuti tahap kedua dan ketiga,” kata Aris Wijayanto saat dihubungi kemarin (8/10).

Sementara itu, seorang guru tidak tetap (GTT) lolos seleksi P3K, Pramesti Utami mengaku bahagia menerima informasi dirinya lolos seleksi. Dia mengkau mendapatkan pemberitahuan lolos seleksi dari laman website sekitar pukul 10.30 WIB. “Iya, Alhamdulillah dinyatakan lolos. Ikut tahap pertama,” kata Pramesti.

Dia tak henti mengucap syukur lantaran selama ini perjuangannya sebagai GTT lebih dari 10 tahun membuahkan hasil. Warga Kapanewon Semin itu mengungkapkan honor GTT tidak mencukupi. “Pagi buta saya jualan ke pasar Semin untuk jualan. Hasilnya bisa menambah pemasukan,” ujarnya.
Guru SD N Candirejo 2, Semin tersebut tidak patah semangat. Dia mencoba ikhlas sebagai tenaga pendidik. Wanita lulusan Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) itu sekarang mengajar kelas II SD Candirejo 2. “Mudah-mudahan lancar penurunan SK (surat keputusan P3K),” ucapnya.

Terpisah, pelaksana tugas Kepala Badan Kepegaiwan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, data P3K ada dikementrian. Pihaknya belum mengetahui secara pasti data peserta lolos seleksi. Adapun formasi guru P3K sebanyak 1.258 formasi dan P3K non guru ada 55 formasi. “Itu kementrian pendidikan langsung,” kata Kelik. (gun/bah)

Gunungkidul