RADAR JOGJA – Beberapa kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul tidak terjangkau sinyal jaringan telekomunikasi alias blank spot. Padahal, sinyal jaringan dibutuhkan ketika nantinya uji coba operasional menerima pengunjung untuk scan barcode aplikasi Peduli Lindungi.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, QR Code Peduli Lindungi sebagai syarat diperbolehkannya kawasan wisata untuk dilalukan pembukaan uji coba objek wisata.
“Kami akan berkoordinasi dengan diskominfo (dinas Komunikasi dan informatika),” kata Harry Sukmono kemarin (7/10).

Lebih jauh dikatakan, belum lama ini mengajukan tujuh destinasi untuk dilakukan uji coba terbatas. Meliputi wilayah Pantai Baron, Pantai Watulumbung, Gunung Ireng, Gunung Gentong, Gua Pindul, Gua Kalisuci, serta Bejiharjo Edupark. Ketujuh destinasi ini sudah melengkapi persyaratan untuk uji coba terbatas. “Kalau untuk tempat wisatanya scan barcode di pos TPR yang masih bisa terjangkau koneksi internet,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Gunungkidul Wahyu Nugroho mengaku sedang fokus pada penguatan sinyal internet. Dia mengakui, kendala blanks spot area lebih disebabkan kondisi geografis. “Seperti kawasan Pantai Wediombo Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo. Pelaku wisata mengeluhkan sulitnya sinyal seluler dan internet,” kata Wahyu Nugroho.

Dijelaskan, upaya meningkatkan ketinggian menara pemancar pernah dilakukan. Namun ada batas ketinggian maksimal yang harus diikuti. Solusi lainnya, menarik kabel fiber optik terdekat menuju kawasan sulit sinyal. “Kawasan tersebut fiber optik baru sampai di wilayah Jepitu,” ujarnya.

Hanya diakui, semua membutuhkan dukungan biaya. Rencananya, Diskominfo Gunungkidul akan menggandeng Diskominfo DIJ hingga swasta. Diharapkan ada pembiayaan serta dukungan program CSR (corporate social responsibility).
Terpisah, anggota DPRD Gunungkidul Demas Kursiswanto menilai persoalan sinyal internet jadi pekerjaan rumah bagi pemkab dan pihak terkait.

Menurutnya hal tersebut bersinggungan dengan pelayanan bagi masyarakat. “Selama ini sudah ada pembenahan. Namun dibutuhkan fasilitas pendukung, khususnya dari sisi pembiayaan,” kata politisi PDI P ini. (gun/bah)

Gunungkidul