RADAR JOGJA – Percepatan vakinasi kepada masyarakat untuk mencapai target herd immunity sedang berlangsung di Gunungkidul. Dari target 70 persen warga wajib suntik vaksin, saat ini sudah lebih dari 60 persen.
“Per hari penyutikan vaksin ditarget 9.000 warga,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Diah Prasetyorini saat dihubungi kemarin (27/9).

Dia menjelaskan, percepatan vaksinasi tidak hanya dilakukan di sarana kesehatan seperti puskemas milik pemerintah. Vaksinasi massal juga menggadeng TNI-Polri hingga pihak swasta. Oleh karena itu, setiap hari ada target. “Dari total target 70 persen, capaian saat ini sudah lebih dari 66 persen mendapatkan suntikan dosis pertama dan dosis kedua di kisaran 25 persen,” ujarnya.

Menurut dia, vaksinasi massal terus dikebut. Pelaksanaan berlangsung di kapanewon, kalurahan hingga tempat-tempat wisata. Dengan memperabanyak lokasi penyelenggaran, pihaknya optimistis target dapat tercapai.
Sementara itu di Kulonprogo, pemkab setempat menargetkan capaian vaksinasi dosis pertama bisa menyentuh angka 75 persen. Hingga Minggu (26/9) tercatat capaian vaksinasi di wilayah itu telah mencapai 72,48 persen.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, dengan capaian 72,48 persen pada capaian vaksinasi dosis pertama dan 38,74 persen pada dosis kedua. Raihan tersebut telah melampaui target vaksinasi nasional sebesar 70 persen pada bulan akhir September nanti.

Meskipun demikian, Sutedjo menyatakan, untuk target vaksinasi di wilayahnya sendiri, pemkab menarget bisa mencapai angka 75 persen. Sehingga upaya percepatan di wilayahnya terus dilakukan termasuk melibatkan instansi negeri dan swasta di Kulonprogo.

“Kalau yang target nasional sebenarnya 70 persen sudah tercapai,” ujar Sutedjo disela kegiatan vaksinasi pada Minggu (26/9).
Kemudian untuk vaksinasi pelajar, Sutedjo menyatakan hingga kini telah mencapai 95 persen. Sehingga salah satu syarat untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) telah tercapai.

Namun demikian untuk pelaksanaannya, ia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan tergesa-gesa menggelar PTM. Pemkab Kulonprogo melalui gugus tugas dan instansi terkait akan melakukan evaluasi mendalam sebelum nantinya PTM akan dilaksanakan. Sehingga sekolah tidak menjadi klaster penularan Covid-19. “PTM tetap dilaksanakan tetapi ada evaluasi secara bertahap,” terang Sutedjo. (gun/inu/bah)

Gunungkidul