RADAR JOGJA – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gunungkidul untuk membendung laju wisatawan yang terus berdatangan. Di sisi lain dinas pariwisata (dispar) pemkab setempat juga terus melakukan persiapan terkait uji coba operasional destinasi wisata.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengatakan, biasanya calon pengunjung berdatangan setiap akhir pekan. Oleh karena itu, penyekatan dilakukan 24 jam full. Setiap pagi hari pukul 05.00-06.00 selalu dilakukan patroli pantai.

“Alhamdulillah selama ini aman. Pernah ada satu pengunjung yang lolos melalui jalur terobosan. Anggota SAR yang berjaga diberikan sanksi sesuai kesepakatan dengan push up 30 kali,” kata Sunu. Kumudian pihaknya juga telah bertemu dengan para joki. Diberikan pemahaman dan mengaku siap menaati kebijakan PPKM Level 3.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gunungkidul Iptu Darmadi mengatakan, penyekatan diperluas. Jajaran personel menyekat ruas jalan Wonosari-Baron. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, kendaraan didominasi pelat nomor dari Jogja, Solo, dan sekitarnya. “Penyekatan juga dilakukan di Jalan Baron, TPR, dan pertigaan Singkil Paliyan,” katanya.
Petugas melakukan penyekatan di ruas jalan itu untuk mencegah masuknya calon wisatawan. Sebab, kawasan pantai di Gunungkidul saat ini masih ditutup karena masih menerapkan PPKM Level 3.

Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono meminta komunitas hingga pelaku wisata untuk segera mengurus sertifikat CHSE. Termasuk memasang PeduliLindungi. Keduanya menjadi syarat utama jika wisata ingin kembali dibuka dengan status uji coba terbatas.

“Kami telah mengajukan QR Code PeduliLindungi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sekarang Dispar Gunungkidul masih menunggu jawaban dari Kemenkes terkait QR Code,” kata Harry. (gun/laz)

Gunungkidul