RADAR JOGJA – Jumlah destinasi wisata di DIJ yang melakukan uji coba terbatas operasional bertambah. Namun objek wisata (obwis) di Kabupaten Gunungkidul bukan salah satunya, karena dianggap belum memenuhi persyaratan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ, Singgih Raharjo saat menghadiri acara vaksinasi pelaku wisata di Telaga Jonge, Semanu Rabu (22/9). Dia mengatakan, sekarang sejumlah destinasi wisata di DIJ yang mulai dibuka bagi umum dengan status uji coba terbatas meliputi wilayah Kota Jogjakarta, Kabupaten Sleman, dan Bantul.

“Ada empat obyek wisata lain yang akan dibuka di tahap kedua. Sehingga total akan ada tujuh destinasi,” ujarnya.

Uji coba tahap dua operasional Candi Ratu Boko dan Merapi Park di Sleman serta Pinus Pengger dan Seribu Batu di Bantul. Tahap pertama, obwis yang sudah dilakukan uji coba terbatas Kebun Binatang Gembira Loka serta Tebing Breksi Sleman. Kemudian Hutan Pinus Asri Bantul. “Ada sejumlah kriteria dari pusat yang harus dipenuhi untuk melakukan uji coba terbatas,” ucapnya
Kriteria yang harus dipenuhi seperti sudah ada sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety, and environment), pelaku wisata hingga warga sudah tervaksin, kemudian tempat wisata tidak berbasis air. Wisata berbasis air meliputi arung jeram, waterpark, hingga pantai. Lantaran belum sesuai kriteria, Gunungkidul belum diusulkan oleh Pemprov DIJ untuk dilakukan uji coba terbatas.

Dikatakan, pihaknya berupaya memperbanyak destinasi wisata yang dibuka dengan uji coba terbatas. Salah satunya dengan mendorong percepatan vaksinasi. “Kegiatan vaksinasi di Telaga Jonge salah satu upayanya. Saat ini vaksinasi pelaku wisata mencapai 75 persen, kami kegiatan vaksinasi ini mempercepat ke 80 persen,” terangnya.

Selain syarat tersebut, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga wajib. Termasuk reservasi secara daring lewat Visiting Jogja agar kapasitas pengunjung di obyek wisata bisa dibatasi maksimal 25 persen sesuai instruksi pusat.

sementara itu, Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono meminta komunitas hingga pelaku wisata untuk segera mengurus sertifikat CHSE. Termasuk memasang PeduliLindungi. Keduanya menjadi syarat utama jika wisata ingin kembali dibuka dengan status Uji Coba Terbatas.
“Kami telah mengajukan QR Code PeduliLindungi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Saat ini Dispar Gunungkidul masih menunggu jawaban dari Kemenkes terkait QR Code,” kata Harry Sukmono. (gun/bah)

Gunungkidul