RADAR JOGJA – Sejak satu tahun terakhir tagihan rekening listrik penerangan jalan umum (PJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul mulai terkontrol. Melalui program meterisasi bisa menghemat hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Perparkiran, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Ely Siswanta mengatakan, pemasangan meteran listrik lampu memiliki manfaat ganda. Selain pendataan aset, sekaligus mengontrol biaya tagihan listrik bulanan.

“Ada penurunan tagihan hingga mencapai Rp 60 juta setiap bulannya,” kata Ely Siswana saat dihubungi Selasa (21/9).

Dia menjelaskan, program meterisasi dijalankan sejak 2020 dengan jumlah pemasangan meteran listrik sebanyak 70 lokasi. Tahun ini dilanjutkan dengan target 300 titik. Menurutnya, jika tidak ada alat pencatat, tagihan tidak bisa diketahui pasti. “Dengan adanya meteran penggunaan bisa terukur dan terpantau dengan baik,” ujarnya.

Jika sebelum ada meteran tagihan mencapai Rp 850 juta per bulan kini bisa berkurang secara signifikan. Lebih jauh dikatakan, hingga sekarang PJU yang terdata sebanyak 1.200 titik. Masih dilakukan inventarisasi di lapangan.
“Tahun ini ada 300 PJU dipasang meteran dan ini belum masuk sebagai aset. Jadi, dengan pemasangan juga diinventarisasi dan dimasukan sebagai aset milik pemkab,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan, lampu PJU kewenangan tidak hanya kabupaten namun juga provinsi dan pemerintah pusat. “Disesuaikan dengan status jalan yang terpasang fasilitas,” kata Wahyu.

Dikatakan, kewenangan pemkab hanya jalan kabupaten. Walau begitu pihaknya tetap menjembatani komunikasi jika terjadi kerusakan dan memerlukan perbaikan. Sejauh ini upaya koordinasi terus dilakukan agar keberadaan fasilitas dapat terpelihara dengan baik. “Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama berkaitan dengan lampu penerangan jalan umum,” ujarnya. (gun/bah)

Gunungkidul