RADAR JOGJA – Sepekan terakhir pemerintah memberikan kelonggaran aktivitas belajar mengajar. Namun masih ada sekolah yang belum melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Seperti di Pondok Pesantren Al Hikmah Bulu, Karangmojo. Sekitar 400 santri dari berbagai jenjang pendidikan di lembaga pendidikan belum melaksanakan PTM. “Meski tinggal di pondok, belum ada kegiatan PTM,” kata Pengasuh Ponpes Al Hikmah Harun Al Rasyid saat ditemui Jumat (17/9).

Kenapa belum PTM? Menurutnya pihak ponpes memilih tidak gegabah dengan pertimbangan pencegahan penularan Covid-19. Seperti diketahui, sebelumnya para santri sempat dirumahkan menyusul kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Baru kemudian setelah PPKM turun level, santri kembali ke pondok dan langsung karantina,” ujarnya.

Disinggung mengenai penilaian tengah semester (PTS), menurut Ustaz Harun teknisnya tidak di dalam ruangan. Tidak hanya itu, ponpes masih memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas keluar masuk santri maupun keluarga. “Kalau mau kirim sesuatu untuk anak bisa melalui paket,” ucapnya.
Meski sudah ada kelonggaran, menurutnya, pihak ponpes baru memulai minggu depan. Saat ini persiapan ruang kelas dan melengkapi sarana dan prasarana (sarpras) sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Kiswara mengakui, pelaksanaan PTS juga masih ada yang dilakukan secara daring (online) maupun luring. “Kemungkinan baru Senin depan PTM efektif mulai dilakukan,” kata Kiswara.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan sekolah diwajibkan melakukan pengecekan rutin terkait pelaksanaan PTM. Pengecekan mengacu pada daftar periksa (check-list). “Daftar ini berisi berbagai ketentuan teknis pelaksanaan PTM dengan prokes ketat,” kata Ali Ridlo.

Mengacu pada Instruksi Bupati Gunungkidul, pelaksanaan PTM jenjang SD-SMP diikuti maksimal 50 persen pelajar dari total kapasitas dalam satu ruang kelas. Sedangkan jenjang PAUD, hanya diperkenankan 33 persen. (gun/bah)

Gunungkidul