RADAR JOGJA – Polres Gunungkidul berhasil membongkar kasus pencurian hewan ternak yang meresahkan masyarakat di enam kapanewon. Dalam ungkap kasus tersebut unit buru sergap (buser) mengamankan empat tersangka.

Masing-masing pelaku berinisial SGY, 34, warga Wiladeg, Karangmojo, Gunungkidul, AZ, 40, warga Ngentak Rejo, Lendah, Kulonprogo, -AW, 28, warga Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, dan inisial TW, 59, warga Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (penadah).Selain itu petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti, sejumlah sepeda motor, hand phone, helm warna hitam, jaket hoodie warna hitam, karung bagor, dan karung plastik warna putih ukuran besar.

Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan, komplotan pencuri hewan ternak beraksi di 82 tempat kejadian perkara (TK). Rinciannya wilayah Karangmojo 25 TKP, Ponjong 4 TKP, Playen 10 TKP, Wonosari 18 TKP, Semanu 19 TKP dan Paliyan enam TKP.“Kasus ini terbongkar setelah petugas menerima informasi pada Selasa, 24 Agustus 2021,” kata Aditya Galayudha Ferdiansyah dalam jumpa pers kemarin (9/9).

Kemudian Unit Buser Polres Gunungkidul beserta Unit Reskrim Polsek Jajaran melakukan penyelidikan. Pada Kamis (26/8) didapatkan keberadaan pelaku AZ di Getas Playen, SGY di Sedayu, AW diponjong. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas dan didapatkan informasi keberadaan pelaku TW di Prambanan, Klaten. Petugas segera mengamankan dan membawa pelaku ke Polres Gunungkidul.“Berdasarkan interogasi, tersangka mengakui telah melakukan tindak pidana pencurian hewan ternak kambing sebanyak 82 TKP dalam kurun waktu kurang lebih lima bulan terhitung mundur dari penangkapan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan, pelaku kini mendekam di tahanan Polres Gunungkidul untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia mengatakan, modus pencurian hewan ternak dengan cara potong tali ikatan kambing cukup meresahkan warga.“Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana Pencurian dengan pemberatan dengan hukuman paling lama 9 tahun penjara,” kata Suryanto. (gun/pra)

Gunungkidul