RADAR JOGJA – Pemkab Gunungkidul akan membuat bendungan untuk menampung potensi air Sungai Oya. Rencananya limpahan air tersebut dimanfaatkan bagi pengairan lahan pertanian dan air bersih.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kabupaten Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, rencana titik lokasi pembangunan bendungan ada di wilayah Kalurahan Gari, Kapanewon Playen dan Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.”Untuk Kalurahan Gari fokus air minum, sementara irigasi diusulkan di wilayah Kalurahan Bejiharjo,” kata Eddy Praptono saat dihubungi kemarin (6/9).

Kapan direalisasikan? Setelah komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Pemkab Gunungkidul diminta menyiapkan studi awal. Menurutnya, detail engineering design (DED) dan implementasi dilakukan BBWSO.”Volume tampungan direncanakan bisa mencapai 120.000 meter kubik,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, rencana realisasi dua proyek bendungan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 37 miliar. Rinciannya, bendungan wilayah Kalurahan Gari sebesar Rp 15 miliar, sementara bendungan di Bejiharjo Rp 22 miliar.”Semua masih studi awal. Beberapa waktu lalu dengan pak Bupati (Sunaryanta) melakukan pengecekan (pengukuran toopografi),” terangnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, pada tahap awal pelaksanaan berupa pengukuran. Dengan awal pengukuran harapanya segera berlanjut pada tahap pembangunan fisik.”Sehingga masalah air bisa segera dituntaskan. Selain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian juga dalam rangka penyediaan air baku,” kata Sunaryanta.

Secara teknis, di lokasi nantinya dibangun bendungan dengan tanggul tiga meter dilengkapi sarana pengolah air baku. Selain untuk penyediaan air irigasi pertanian juga untuk air baku. Dengan demikian saat musim kemarau potensi air yang jernih tersebut tidak terbuang percuma. (gun/pra)

Gunungkidul