RADAR JOGJA – Kasus kematian akibat Covid-19 di Gunungkidul cukup tinggi. Berdasarkan data, setiap hari ada pasien meninggal dunia. Rata-rata per hari belasan orang tutup usia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, belum lama ini menerima kiriman peti mati dari BPBD DIJ.“Kami menerima 50 peti mati, rencananya digunakan untuk pasien isolasi mandiri yang meninggal dunia,” kata Edy Basuki saat dihubungi Jumat (6/8).

Dia menjelaskan, kiriman peti mati khusus pasien covid-19 meninggal saat isolasi mandiri. Seperti diketahui, penanganan jenazah ketika meninggal dunia di rumah sakit ditanggung oleh pihak pemerintah.“Sementara peti mati kami simpan di gudang, karena masih harus koordinasi dengan kapanewon untuk pendistribusian,” ujarnya.

Selain peti mati, BPBD DIJ juga melakukan pelatihan pemulasaraan jenasah bagi seluruh satgas kapanewon. Meski di 2020, BPBD Gunungkidul, Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul sudah memberikan pelatihan, namun masih diperlukan pengetahuan tambahan.“Juga ada bantuan hazmat dan alat pelindung diri untuk satgas saat nantinya menangani jenasah terkonfirmasi positif,” ucapnya..

Sementara itu, dari data Dinkes Kabupaten Gunungkidul, kasus kematian tertinggi mencapai 405 kasus, rentang waktu 3 Juli sampai 27 Juli 2021. Dari jumlah itu 17 persen kematian saat isolasi mandiri, dan sisanya 83 persen saat dirawat di RS. Kreteria umur paling tinggi diatas 50 tahun sebanyak 71,7 persen, usia 19 sampai 50 tahun sebanyak 27 persen, dan sisanya lima sampai 18 tahun.

Kematian pasien terkonfirmasi positif ber-komorbit 61 persen, dan 39 persen tanpa komorbit. Komorbit tertinggi diabetes militus sebanyak 13,41 persen, disusul Hipertensi 10,98 persen sisanya mulai gagal ginjal hingga kanker. Adapun presentase kematian dari jenis kelamin yakni laki-laki sebesar 54 persen, dan 46 persen perempuan. “Untuk data total sampai Kamis (5/8)sore, total kematian ada 810 kasus. Dalam perawatan masih ada 2.023 kasus,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty. (gun/pra)

Gunungkidul