RADAR JOGJA – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gunungkiduul mulai menikmati Bantuan Sosial Tunai (BST). Selain bantuan uang tunai, juga memperoleh beras.

Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul Hadi Hendra Prayoga mengatakan, daya serap BST melebihi separuh target. Hingga awal bulan ini sebanyak 33.149 KPM menerima BST. “Prosentasenya mencapai 83,32 persen,” kata Hadi Hendra Prayoga saat dihubungi kemarin (3/8).

Dikatakan, total KPM BST di Bumi Handayani mencapai 39.783 sasaran. Dengan demikian masih ada sekitar 6.634 KPM belum menerima bantuan. Sedangkan untuk bantuan berascapaiannya 50,61 persen.“Dari total 95.371, sebanyak 47.099 diantaranya telah menerima bantuan beras,” ucapnya.

Mengenai nominal BST, per KPM Rp 600 ribu. Jumlah itu merupakan akumulasi bantuan selama Mei-Juni, sehingga nominal per bulan RP 300 ribu. Proses penyaluran dilakukan oleh Kantor Pos Indonesia Cabang Wonosari.“Kantor Pos berkoordinasi dengan kapanewon hingga kalurahan setempat untuk mekanisme penyalurannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Gunungkidul Siwi Iriyanti menjelaskan, bantuan beras berasal dari Badan Urusan Logistik (BULOG) serta Dinsos DIJ. Kuota beras mencapai 953.710 kilogram.“Setiap KPM atau kepala keluarga (KK) mendapat bagian 10 kg beras,” kata Siwi Iroyanti.

Dia menjelaskan, penerima bantuan beras terbagi dalam dua kelompok. Rinciannya, sebanyak 54.896 KPM adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH), 40.475 KPM sisanya penerima BST.

Sementara itu, seorang warga Kapanewon Patuk, Winardi mengaku belum lama ini mengantar ayahnya melakukan pencairan BST. Prosesnya mudah dan tidak bertele-tele. Tinggal mengambil bukti undangan ke kalurahan, lalu dibawa ke kantor pos wilayah setempat. “Antrean pendek tidak menunggu lama,” kata Winardi. (gun/pra)

Gunungkidul