RADAR JOGJA – Berbagai siasat dilakukan wisatawan yang mau berlibur. Mereka datang pagi buta, namun oleh petugas dipaksa putar balik. Padahal elama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum dicabut, aktivitas wisata masih ditutup total.

Para pelancong berniat mengunjungi pantai selatan Gunungkidul. Tercatat ada puluhan wisatawan menerobos masuk kawasan Pantai Wediombo Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo. Mereka sempat berhasil masuk, namun tak lama berselang petugas SAR Satlinmas Wilayah I DIJ yang melakukan patroli tiba.”Sehingga puluhan pengunjung diminta kembali ke daerah masing-masing,” kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIJ, Sunu Handoko saat dihubungi kemarin (1/8).

Setelah diinterogasi singkat, didapati pengunjung nekat masuk ke kawasan Pantai Wediombo pada Sabtu (31/7). Tercatat ada sepuluh kendaraan roda dua, satu travel dan satu unit kendaraan roda empat. Jumlahnya sekitar 31 pengunjung. Dalam patroli tersebut Tim SAR juga dibantu petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).”Penjagaan tidak dilakukan selama 24 jam sehingga ada yang nekat masuk, khususnya saat dini hari,” ungkapnya.
Sunu mengungkapkan, pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00, tujuh rombongan pengendara motor sudah mendekat parkiran Wediombo.

Pengunjung berhasil dihalau anggota SAR pada saat patroli pematauan gelombang tinggi.“Pengunjung lain datang pukul 04.30. Sedangkan untuk travel datangnya pukul 05.00. Jam-jamm inilah yang digunakan karena memang TPR belum dijaga,” ungkapnya.

Tak hanya pagi hari, juga ada wisatawan berusaha masuk ke kawasan wisata. Namun kedatangan pengunjung dapat dicegah di pintu masuk TPR. Langsung diminta balik arah. Karena PPKM belum dicabut kawasan wisata masih ditutup.”Kalau sudah buka silakan main ke pantai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Hary Sukomono mengatakan, selama PPKM level empat berlangsung seluruh kawasan wisata di Gunungkidul ditutup sementara. Kebijakan dilakukan guna mendukung penurunan laju penyebaran virus korona.“Penutupan dilakukan sejak 3 Juli lalu,” kata Harry Sukmono.

Sebelumnya, dampak PPKM pelaku wisata mulai mengeluh karena sekarang pendapatan dari sektor pariwisata Rp 0. Pemilik Rumah Makan Jogo Segoro di Pantai Ngandong, Kalurahan Tepus, Tepus, Rujimanto mengatakan, kebijakan penutupan destinasi wisata berpengaruh besar terhadap perekonomian pelaku usaha kawasan pantai. Hampir satu bulan tanpa aktivitas dan tanpa ada pembeli dari wisatawan.”Kami berharap kebijakan penutupan diimbangi solusi sehingga pelaku usaha tetap bisa mendapatkan pemasukan untuk menyambung hidup,” kata Rujimanto. (gun/pra)

Gunungkidul