RADAR JOGJA – Tahun ini Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, berencana menurunkan target kunjungan wisatawan. Pertimbangannya, aktivitas wisata masih ditutup.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, rencana revisi jumlah kunjungan akan masuk dalam pembahasan APBD Perubahan 2021. Sebelumnya, target kunjungan wisata 2021 hampir 2,5 juta wisatawan baik domestik maupun asing.
“Untuk jumlah (revisi) kunjungan akan dibahas saat rapat bersama,” kata Harry Sukmono saat dihubungi Selasa (27/7).

Dikatakan, penutupan total aktivitas wisata dilakukan sejak 3 Juli 2021 pada pukul 00.00 WIB. Waktu itu pihaknya langsung melakukan sosialiasi kepada pelaku wisata. Selain itu, berkoordinasi dengan pelaku biro perjalanan untuk tidak berwisata di kawasan wisata Gunungkidul.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Nglanggeran Mursidi mengaku hanya bisa pasrah. Hingga saat ini pihaknya masih bertanya-tanya kapan wisata boleh dibuka. Sekarang pengelola wisata melakukan sejumlah persiapan menyambut tamu ketika PPKM Level 4 berakhir.

“Seperti memperbaiki jalur traking di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran dan mempersiapkan SOP (standar operasional prosedur), MCK, loket, hingga pemanfaatan pendopo,” kata Mursidi.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Sunaryanta menerbitkan instruksi bupati (inbup) tentang perpanjangan PPKM Level 4 telah terbit pada Senin (26/7). Aturan yang ada tak banyak berubah. Termasuk aktivitas wisata hingga fasilitas umum masih ditutup sementara waktu. Hajatan seperti pernikahan dan takziah juga ditiadakan.

Melalui Inbup, Sunaryanta mengizinkan warung makan, pedagang kaki lima (PKL), lapak jajanan dan sebagainya beroperasi dan melayani makan di tempat. Maksimal pengunjung makan di tempat 3 (tiga) orang dan waktu makan maksimal 20 menit.

Adapun makan di tempat hanya diizinkan di area terbuka. Sebab di poin berikutnya, usaha kuliner di ruangan atau gedung tertutup tetap diwajibkan hanya melayani pesan antar (delivery/take away).

Meski sudah diizinkan makan di tempat, waktu operasional tetap dibatasi seperti aturan sebelumnya. Usaha kuliner hanya diperkenankan buka hingga pukul 20.00 WIB. “Pembinaan dan pengawasan dilaksanakan oleh perangkat daerah yang membidangi,” kata Sunaryanta. (gun/bah)

Gunungkidul