RADAR JOGJA – Pemerintah pusat menjanjikan bantuan langsung tunai (BLT) berupa subsidi gaji bagi pekerja sebesar Rp 1 juta. Subsidi diberikan bagi wilayah yang menerapkan PPKM Level 4 alias penyebaran virus korona dinilai belum bisa dikendalikan.

Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Gunungkidul, Dhian Novita mengatakan, rencana penyaluran subsidi gaji masih dalam pembahasan. Petunjuk tekhnis (juknis) penyaluran BLT menunggu Permenaker (Peraturan Menteri Tenaga Kerja).“Nantinya permenaker diikuti dengan juknis penyaluran BLT subsidi gaji. Kami bertugas menyiapkan data pekerja yang ada di Gunungkidul,” kata Dhian Novita saat dihubungi Senin (26/7).

Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul. Setelah muncul petunjuk tekhnis, bersama dengan disnakertrans melakukan sejumlah persiapan.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Gunungkidul Purnama Jaya menyebut, wilayahnya berpeluang mendapatkan subsidi gaji disesuaikan dengan tingkat level PPKM. PPKM level 4 artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.“Gunungkidul di Level 4,” kata Purnamajaya.

Kata dia, berdasarkan data yang diberikan beberapa waktu lalu, Gunungkidul memiliki 7.696 pekerja di 294 perusahaan. Adapun syarat lain untuk bisa mendapat subsidi gaji yaitu wilayah PPKM Level 4 dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di bawah Rp 3,5 juta.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, level PPKM menunjukkan seberapa besar masalah Covid-19 di suatu wilayah. Ada 1 sampai dengan 4 dan penanganannya berdasarkan level.“Makin tinggi level makin kompleks masalahnya. Kasus harian Covid-19 di Gunungkidul masih fluktuatif,” kata Dewi Irawaty.

Sebelumnya, Ketua SPSI Gunungkidul Budiyono mengatakan, dampak pandemi dirasakan semua level masyarakat. Pihaknya menerima banyak pertanyaan dari karyawan terkait rencana pemerintah memberikan subsidi gaji.“Bahkan masih banyak buruh yang dibayar di bawah UMK, seperti sektor pertokoan kecil, dan jasa lainnya,” kata Budiyono. (gun/pra)

Gunungkidul