RADAR JOGJA – Tak semua warga Gunungkidul yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan dari pemerintah. Bantuan sosial (bansos) beras misalnya, tidak menyasar kesemua keluarga penerima manfaat (KPM).

Hal ini terungkap dalam rekap bansos beras 10 kilogram yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia cabang Wonosari. Ada dua bantuan, masing-masing Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Penerima bansos beras 10 kilogram program Kementrian Sosial (Kemensos) RI untuk warga Gunungkidul total ada 95.371 KPM. Mereka adalah warga yang selama ini tercatat sebagai penerima PKH dan BST.

Kuota penerima bantuan beras 10 kilogram dari data PKH sebanyak 54.896 sasaran. Kemudian kuota berbasis data BST sebanyak 40.475 sasaran. Secara bersamaan kemensos juga melanjutkan program uang tunai per bulan Rp 300 ribu. Namun tidak semua by name dalam basis data BST menerima program itu, karena kuotanya hanya 28.228 atau hilang lebih dari separuh.

“Penyaluran BST sesuai permintaan dari pusat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul Hadi Hendra Prayoga saat dihubungi Jumat (23/7).

Dia menjelaskan, di awal bantuan uang tunai program BST senilai Rp 600 ribu selama tiga bulan sempat terhenti April lalu. Belakangan anggaran turun lagi diberikan untuk Mei-Juni masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan Rp 600 ribu. “Itu untuk bulan Mei dan Juni, jadi per bulan per KPM nominalnya Rp 300 ribu,” ujarnya.

Mengenai penyaluran bansos beras, Pemkab Gunungkidul telah menerbitkan Surat Edaran (SE) bagi para Panewu. Isinya agar pelaksanaan penyaluran BST diatur sehingga tidak terjadi kerumunan warga. penerima bisa mengambil BST sesuai jadwal dan menaati protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Wonosari Adam Nugroho mengatakan penyaluran BST akan dilakukan dengan sistem gelombang. Tiap gelombang dibatasi maksimal 50 warga penerima. Setiap antrean diatur maksimal 30 orang.

“Penerima manfaat kami minta menyiapkan identitas diri untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran,” kata Adam Nugroho. (gun/bah)

Gunungkidul