RADAR JOGJA – Sejauh ini laju kasus Covid-19 di Gunungkidul belum bisa direm. Usulan Pemprov DIJ mengenai fasilitasi pendirian selter langsung direspon cepat Pemkab Gunungkidul dengan mengirimkan data usulan lokasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, usulan lokasi selter dikirim ke Dinsos DIJ. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka mendukung dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.“Data lokasi tempat penampungan (shalter) telah kami kirim,” kata Siwi Iriyanti Jumat (25/6).

Sementara itu, Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo mengatakan, usulan selter tersebar di semua kapanewon. Terdiri dari 36 kalurahan dan sekitar 92 titik, dengan daya tampung sekitar 263 orang. “Paling banyak selter berada di balai desa, dan balai padukuhan” ujarnya.

Dikatakan, sebenarnya di setiap desa sudah memiliki titik selter. Untuk mengetahui kelayakan dalam waktu dekat dilakukan pengecekan lapangan. Menurutnya lokasi penampungan pembiayaan dari provinsi.“Berkaitan dengan permakanan, piket petugas dan tenaga medis dianggarkan dari Pemprov DIJ,” ungkapnya.

Selain itu, penanganan kasus Covid-19 juga ditindaklanjuti dengan konsep menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saptosari sebagai penampungan. RS plat merah itu nantinya fokus menangani pasien yang mengalami gejala terinfeksi virus korona.“Penanganan kasus Covid-19 ini juga mengikuti perkembangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Saptosari, Eko Darmawan mengaku memonitor ketika dikonfirmasi mengenai konsep penampungan pasien Covid-19. Namun demikian untuk kepentingan tersebut arahan menunggu pimpinan.“Nanti tergantung arahan gugus tugas dan kadinkes (kepala dinas kesehatan),” kata Eko Darmawan.

Terpisah, Kamituwo Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Sri Wahyuni mengungkapkan, sampai dengan sekarang kalurahan belum menyediakan selter, karena kendala bangunan belum tersedia. Menurutnya warga masih kondusif untuk isoman di masing-masing rumah. “Misal nanti ke depannya perkembangan covid di putat membutuhkan shelter, maka sebisa mungkin akan diupayakan oleh pemerintah untuk mencarikan bangunan yang bisa digunakan untuk selter,” kata Sri Wahyuni. (gun/pra)

Gunungkidul