RADAR JOGJA – Tiap musim kemarau, ada sejumlah wilayah di Gunungkidul menjadi langganan kekeringan. Sampai dengan awal kemarau tahun ini jumlah wilayah terdampak krisis air bersih nyaris tidak berkurang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, daerah rawan kekeringan tersebar disejumlah kapanewon. Peta rawan kekeringan diperoleh dari laporan kapanewon.“Total hingga sekarang sudah ada sembilan kapanewon mengajukan bantuan air bersih,” kata Edy Basuki beberapa waktu lalu.

Kesembilan kapanewon meliputi Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, Purwosari, Paliyan dan Semin. Data permintaan droping air kemungkinan besar bertambah pada saat memasuki puncak musim kemarau.“Pengalaman tahun lalu, dari 18 kapanewon, hanya tiga wilayah meliputi Semin, Playen dan Karangmojo yang tidak mengajukan bantuan air ke BPBD,” ujarnya.

Dikatakan, secara resmi program droping air melalui BPBD tahun ini dimulai kemarin. Menyasar Kalurahan Girisekar, Panggang. Total ada empat padukuhan mendapatkan droping air meliputi Jeruken, Warak, Pijenan dan Mendak. “Di Kalurahan Girisekar total droping air bersih sebanyak 16 tangki,” ucapnya.
Disinggung mengenai anggaran, tahun ini mengalokasikan sekitar Rp 700 juta. Sebanyak enam armada tangki pengangkut air telah disiapkan. Karena dana droping sama dengan tahun lalu, diharapkan bisa mencukupi.

Sementara itu, Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengakui, wilayahnya masuk dalam peta langganan kekeringan. Tercatat ada sepuluh kalurahan mengalami kesulitan air bersih saat kemarau. Belum lama ini telah melakukan droping, salah satunya dilaksanakan di Kalurahan Tileng.“Pelaksanaan droping tidak hanya dilakukan oleh kapanewon, tapi juga BPBD Gunungkidul,” kata Arif Yahya.

Menurutnya, di Kalurahan Tileng droping menyasar keluarga yang menjalani isolasi mandiri akibat penularan virus korona. Yakni satu keluarga yang terdiri dari lima orang di Dusun Sentul, Tileng. Keluarga ini sebenarnya berusaha beli, tapi sopir pengangkut air tidak berani melayani.“Karena itu satgas Penanggulangan Covid-19 tingkat kapanewon dan Kalurahan Tileng berinisiatif memberikan bantuan,” ungkapnya. (gun/pra)

Gunungkidul