RADAR JOGJA – Tidak lama lagi Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari akan memiliki alat pemecah arus sungai bawah tanah. Pelindung pantai dari abrasi tersebut saat ini dalam tahap pembangunan menggunakan dana pusat.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Handoko mengatakan, pelindung pantai akan melindungi pesisir dari risiko abrasi dan erosi akibat arus sungai bawah tanah dan gelombang laut.“Sehingga nantinya dapat membantu menjaga ekosistem pantai dan kawasan perekonomian,” kata Handoko saat dihubungi Jumat (18/6).

Dia menjelaskan bahwa struktur pelindung pantai terbentang sepanjang 147 meter dengan lebar sekitar tiga meter. Lokasi pembangunan pelindung pantai di Baron karena merupakan kawasan yang rentan bencana banjir pesisir (rob) akibat gelombang tinggi pada waktu tertentu. Dampak fenomena rob atau banjir pesisir, dinilai sangat merugikan masyarakat. Selain kerap menerjang lapang pedagang, juga memicu terjadinya lakalaut. “Ujung kanan dan kiri nanti ada breakwater (pemecah ombak). Harapannya (breakwater) dapat berfungsi optimal sehingga lakalaut berkurang,” ujarnya.

Pembangunan pelindung pantai tersebut merupakan bagian dari program kegiatan pusat. Melalui lembaga pemerintah non kementerian, Badan Penanggulangan bencana Nasional (BNPB) memberikan bantuan hibah untuk dikelola di daerah.“Total anggaran Rp 2.877.970.945,65, jangka waktu pelaksanaan 105 hari kalender,” ujarnya.

Pengerjaan talut Pantai Baron dimulai sejak Maret 2021. Gelombang tinggi akhir-akhir ini diakui cukup merepotkan petugas di lapangan. Oleh sebab itu faktor alam menjadi pertimbangan sehingga jangka waktu penyelesaian bisa mundur.“Setelah jadi, nantinya wajah Pantai Baron mengalami perubahan dengan penyesuaian-penyesuaian kondisi lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Baron, Suwarji mendukung upaya pemerintah dalam penataan kawasan pantai. Lebih-lebih pembangunan talud kawasan pantai diperlukan untuk kemananan dan kenyamanan bersama.“Kalau sudah jadi, juga disedikan titik khusus area penambatan perahu nelayan. Demikian juga dengan TPI (tempat pelelangan ikan),” kata Suwarji.

Menurut dia, pembangunan talud tidak mengganggu wisatawan. Ada jalur khusus dimana pengunjung tetap dapat beraktifitas. Meski demikian pihaknya mengimbau kepada pelancong agar tetap berhati-hati. (gun/pra)

Gunungkidul