RADAR JOGJA – Program bantuan sosial kembali menyasar pasien Covid-19. Mereka yang menjalani isolasi mandiri (isoman) mulai menerima paket sembako dari pemerintah.

Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul, Hadi Hendra Prayoga mengatakan, bantuan bagi warga isoman jalan terus. Selama ini telah menyalurkan sebanyak 448 paket. “Khusus bulan Juni tersalur 138 paket, dari kuota 1000 paket,” kata Hadi dihubungi Selasa (15/6).

Rinciannya, setiap anggota keluarga terdiri dari satu sampai dengan lima jiwa mendapat satu paket. Jika lebih dari lima jiwa menerima dua paket sembako. Bantuan warga isoman berasal dari tiga sumber. Antara lain belanja tak terduga (BTT), APBD Gunungkidul, serta bantuan dari pihak ketiga. “Juga ada bantuan dari provinsi dengan sasaran ke selter yang ada di desa-desa,” ujarnya.

Selain itu, usulan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos Covid-19 yang di-back up menggunakan APBD Kabupaten Gunungkidul juga sudah turun. Masing-masing keluarga akan menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu selama tiga bulan.

“Penyaluran BTT menyasar fakir miskin 1.923 orang dan BTT aspek medis sebanyak 1994 orang. Yang medis Rp 300 ribu sekali pemberian,” ungkapnya.
Akan tetapi bantuan tunai untuk fakir miskin dan aspek medis tersebut turun sebelum Lebaran. Dengan demikian sekarang tinggal bantuan sembako logistik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, masih ada ribuan warga tidak dapat mengakses bansos. Pihaknya meminta agar dilakukan verifikasi dan validasi data miskin atau PPKS sampai ke tingkat RT/RW, padukuhan dan kalurahan agar penyaluran bantuan sosial dapat merata dan tepat sasaran. “Jangan sampai ada yang tercecer,” kata Heri Nugroho. (gun/bah)

Gunungkidul