RADAR JOGJA – Munculnya klaster baru pabrik tas di Kapanewon Playen baru-baru ini memaksa perusahaan berhenti beroperasi sementara waktu. Hingga kini ada 26 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu orang meninggal.

Dari hasil tracing Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul, diketahui alur penularan virus korona pabrik tas yang beroperasi di Padukuhan Nogosari, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen sangat cepat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul Purnamajaya mengatakan, pada 3 Juni 2021 tiga anggota keluarga pemilik usaha terkonfirmasi Covid-19. Sehari kemudian atau 4 Juni tim satgas puskesmas melakukan tes seluruh karyawan yang berinteraksi dengan tiga orang positif sebanyak 107 orang. Kemudian diketahui 18 orang positif terdiri dari karyawan dan 10 orang di luar karyawan. “(Sumber penularan) berasal dari istri pemilik usaha,” kata Purnamajaya saat dihubungi Senin (7/6).

Menurut dia, jika protokol kesehatan (prokses) berjalan dengan baik kemungkinan penularan virus korona tidak terjadi pada proses produksi. Terlebih jarak mesin jahit sekitar satu meter. Guna memutus mata rantai penyebaran covid, operasional perusahaan tersebut ditutup sampai dengan 18 Juni 2021. “Kami masih berkoordinasi dengan pemilik perusahaan. Tapi berhubung anggota keluarga pemilik perusahaan juga terkena covid ada kendala komunikasi,” ujarnya.

Terpenting, mantan Kepala Diskominfo Kabupaten Gunungkidul ini memiliki tanggungjawab terhadap nasib karyawan, berkaitan dengan pengupahan. Karena muncul kebijakan penutupan sementara makan karyawan dirumahkan. “Ketika dirumahkan harus ada isolasi mandiri. Memastikan apakah dibayar atau tidak. Sesuai dengan aturan harus ada upah. Jika terjadi sistem masuk tidak ful harus ada kesepakjatan bersama,” ungkapnya.

Ke depan sebagai langkah antisipasi pihaknya akan menerbitkan SE (surat edaran) terkaiat dengan disiplin prokes. Pada proses produksi harus dilakukan pengawasan dengan ketat. Intinya mengingatkan dan monitoring penerapan prokes.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, tracking klaster pabrik tas di Playen masih berlangsung. Masyarakat wajib menjalankan prokes, seperti menggunakan masker, tidak berkerumun, hingga selalu mencuci tangan setelah beraktifitas.  “Jangan sampai lengah supaya pencegahan Covid-19 dapat ditekan,” kata Dewi Irawaty. (gun/pra)

Gunungkidul