RADAR JOGJA – Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD N Gunung Gambar, Kampung, Ngawen nyaris tak terimbas pandemi Covid-19. Anak-anak hanya diliburkan selama dua minggu, lalu masuk seperti biasa. Hingga sekarang. Kenapa?

GUNAWAN, GUNUNGKIDUL, Radar Jogja

Secara geografis Gunung Gambar berada di pegunungan Zona Batur Agung Utara wilayah Gunungkidul. Merupakan pemukiman tertinggi wilayah Kabupaten Gunungkidul. Karena berada di atas 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Terang saja kawasan tersebut sulit menerapkan belajar daring lantaran sinyal internet sering lelet.

Awal pandemi, lembaga pendidikan itu sempat melaksanakan pembelajaran sistem daring. Namun hasil evaluasi sangat tidak efektif. Contoh, ketika tugas diberikan pagi, ada siswa mengerjakan sampai berhari-hari. Selama dua minggu berjalan belajar daring, pihak sekolah akhirnya melakukan efaluasi.

“Kemudian muncul kesepakatan bersama melibatkan wali murid, dukuh dan tokoh masyarakat bahwa KBM dilakukan secara tatap muka dengan protokol ketat,” kata Kepala SD N Gunung Gambar, Purwo Jayusman saat dihubungi melalui sambungan telepon Kamis (3/6).

Sejak saat itu sampai dengan sekarang sebanyak 30 anak melaksanakan KBM tatap muka dan meninggalkan metode belajar daring. Peserta didik berasal dari tiga Padukuhan, meliputi Gunung Gambar dan Padukuhan Kampung, Kapanewon Ngawen dan dari Padukuhan Pringombo, Kapanewon Nglipar. “Yang lain daring kami tatap muka. Semuanya masuk (dari kelas I sampai VI),” ungkapnya.

Disinggung mengenai ancaman Covid-19, menurut Purwo sejak awal mewajibkan protokol kesehatan ketat. Jika ada salah keluarga datang dari luar kota, misalnya Jakarta, siswa diperkenankan tidak masuk selama seminggu. “Kalau ada gejala seperti batuk atau pilek untuk segera mememeriksakan diri. Alhamdulillah hingga sekarang seluruh siswa dan guru tidak ada yang pernah terkonfirmasi Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu ketika dikonfrimasi,Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Sudyo Marsito membenarkan, SD N Gunung Gambar satu-satunya sekolah yang melaksanakan tatap muka normal.

Pihaknya tak bisa melarang ketika mendengar penjelasan dari sekolah. Hanya diingatkan untuk tetap waspada. Di antaranya dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. “Kami terus mengingatkan agar sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat agar para murid dan guru tetap sehat selama menjalankan pembelajaran tatap muka,” kata Sudyo Marsito.

Lebih jauh dikatakan, untuk sekolah lain pada umumnya awal pandemi hingga sekarang mulai bersiapan KBM tatap muka terbatas. Siswa diizinkan masuk tetapi sifatnya hanya konsultasi mengawali Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). (pra)

Gunungkidul