RADAR JOGJA – Sistem pembayaran nontunai masuk kawasan wisata di Gunungkidul belum dimanfaatkan dengan baik oleh pengunjung. Meski jumlah pelancong mencapai ratusan ribu orang namun minat menggunakan transaksi elektronik masih sangat rendah.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, jumlah kunjungan libur Lebaran terhitung mulai 13-23 Mei mencapai 197.761 orang. Meski demikian, pengunjung yang memanfaatkan transaksi non tunai melalui tiket elektronik hanya puluhan orang.

“Pemanfaatan tiket elektronik sampai dengan 23 Mei sebanyak 46 orang,” kata Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono saat dihubungi belum lama ini.

Menurut dia, pemanfaatan tiket elektronik di kawasan wisata, khususnya Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pos Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan masih butuh sosialisasi. Pengguna tiket wisata nontunai masih sangat minim meski program sudah diluncurkan sejak beberapa waktu lalu.

“Selain pemanfaatan media berjejaring sosial, upaya pengenalan dengan cara menggandeng mitra-mitra dan asosiasi pariwiasta tentang pembayaran non tunai di pariwisata,” ujarnya.

Untuk teknis e-ticketing sendiri pelaksanaannya menggandeng BPD DIJ. Dispar berkomitmen untuk mengembangkan transaksi tiket masuk secara non tunai. Kedepan fasilitas tersebut diberlakukan di seluruh destinasi wisata. “Prosesnya bertahap dan menyasar ke seluruh pos retribusi di kawasan wisata,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, rendahnya pengguna e-ticketing menjadi tantangan bagi pemkab untuk terus berupaya mengenalkan sistem pembayaran secara online ini.
“Jangan lantas menyerah, tapi harus terus berupaya agar masyarakat semakin paham dan tahu kegunaan alat pembayaran non tunai,” kata Endah.

Dikatakan, tiket elektronik memiliki banyak keuntungan, baik untuk pengunjung maupun pemerintah. Transaksi non tunai bisa mengurangi antrean di pos masuk wisata. Dalam sistem pembukuan juga langsung tercatat sehingga potensi kebocoran bisa ditekan. “Kami mendukung upaya ini dan keberadaannya harus dioptimalkan,” ujarnya. (gun/bah)

Gunungkidul