RADAR JOGJA – Kasus sexting yang dilakukan oknum wali kelas SMAN 2 Wonosari terhadap Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, memasuki tahap islah. Meski ada kesepakatan damai, proses hukum jalan terus.

“Secara personal saya sudah memaafkan, tapi secara institusi harus tetap berproses dan dilakukan investigasi untuk penyelesaian peristiwa ini,” kata Endah Subekti Kuntariningsih saat dihubungi Selasa (25/5).

Dia berharap peristiwa yang dialaminya menjadi pembelajaran bagi seluruh perempuan di Gunungkidul untuk berani speak up berkaitan dengan pelecehan yang diterima. Menurutnya, tidak harus menjadi korban pemerkosaan untuk berani melaporkan pelecehan semacam ini. “Perempuan harus peka dengan pelecehan verbal atau sexting, harus berani untuk melaporkan ke institusi,” tegas Endah.

Untuk diketahui, sexting adalah istilah yang biasa dipakai untuk aktivitas mengirim atau mengunggah foto telanjang maupun setengah bugil atau mengirim pesan teks yang membangkitkan birahi. Dalam perkara ini, Endah dalam posisi sebagai wali murid dari anaknya yang sekolah di SMA itu.
“Kami meminta agar pihak terkait mengawal kasus dugaan sexting oknum wali kelas ini. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), tentu memiliki induk untuk melakukan pembinaan maupun penindakan,” ucap Endah.

Pihaknya memberikan kewenangan kepada dinas untuk menangani hal ini secara penuh. Jika ternyata terbukti menyimpang dari etika moral, ia mengutuk keras segala tindakan pelecehan seksual di lingkup dunia pendidikan. “Jangan sampai kasus serupa terulang di kemudian hari,” ungkapnya.

Proses islah sendiri berlangsung pada Senin (24/5) sore di Wonosari. Oknum guru diketahui bernama Timbul Suryanta datang dengan diantar Kepala SMAN 2 Wonosari Samiran menemui Ketua DPRD Gunungkidul selaku korban.
Dalam pertemuan itu, Timbul yang berstatus sebagai ASN mengaku khilaf. Dia mengakui telah meminta foto politisi PDIP yang merupakan wali murid SMAN 2 Wonosari itu saat konsultasi pembelajaran.

“Saya khilaf, secara pribadi saya sangat menghormati ketua DPRD Gunungkidul. Tidak ada niatan saya untuk melakukan pelecehan,” kata Timbul.
Pihaknya juga terang-terangan mengaku telah mengetahui Endah sebagai ketua dewan. Hanya saja dia tidak memahami ternyata Endah merupakan orang tua salah satu murid SMAN 2 Wonosari. “Benar memang sempat kirim pesan shareloc dan meminta foto, sebenarnya saya hanya pengen kenal saja,” ujar Timbul.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMAN 2 Wonosari Samiran meminta agar peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi civitas akademika. Secara kedinasan, yang bersangkutan sudah dilakukan pembinaan. “Kami tekankan ke depan harus lebih santun dalam berkomunikasi dengan siapa pun,” katanya. (gun/laz)

Gunungkidul