RADAR JOGJA – Pembangunan fisik jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas jalan Ngoro-oro-Ngalang mulai dikerjakan tahun ini. Pengerjaan dibagi dalam beberapa segmen. Rencanannya jalan baru sepanjang 10 kilometer ini ditarget selesai selama dua tahun.

Kepala Seksi Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, tahun ini pembangunan berlangsung di dua titik. “Tahun ini pengerjaan segmen Ngoro-oro dan Ngalang,” kata Wadiyana saat dihubungi Rabu (19/5).

Dia menjelaskan, total ada lima titik pengerjaan. Ruas pertama menghubungkan titik dari Ngoro-oro sampai Kedungkadang. Titik kedua menghubungkan antara Kedungkadang-Kepil dan titik ketiga Kepil-Bobung. Sedangkan titik keempat menghubungkan Bobung-Ngalang I dan titik kelima menghubungkan Karanganyar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari.
“Tahun ini baru (pengerjaan) titik awal dan akhir, masih ada tiga segmen yang belum dikerjakan. Ditargetkan pengerjaan selesai 2022,” ujarnya.

Menurut dia jalan alternatif Ngoro-oro-Ngalang nantinya ada lima jembatan. Dua jembatan sepanjang 200 meter di titik Kedungkadang-Bobung dan Bobung-Kepil. Sedangkan tiga jembatan lainnya memilik panjang sekitar 70 meter. “Pendanaan dari Pemprov DIJ,” ungkapnya.

Sementara itu, pengelola Eko Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk Sugeng Handoko mengatakan, pembangunan jalan alternatif membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Agar lebih menarik desain jembatan nantinya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jalur tersebut melintasi sejumlah destinasi wisata” kata Sugeng Handoko.

Terpisah, warga Nglanggeran, Kulon Subardi mengaku senang melihat aktivitas pembangunan jalan alternatif di kampungnya. Dia sudah mulai membayangkan tanah kelahiran bakal menjadi ramai. “Kami sekeluarga sudah punya rencana jualan. Semoga perekonomian kedepan samakin membaik,” kata Subardi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Petarung) Kabupaten Gunungkidul, Winaryo mengatakan, proses pembebasan lahan lanjutan pembangunan jalur alternatif Ngalang-Tawang sudah selesai dilakukan. “Total pembebasan 671 bidang tanah dengan luas sekitar 25 hektare mencapai Rp 105 miliar,” kata Winaryo.

Menurut dia, dengan selesainya pembebasan lahan, maka proses bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik. Meski demikian, Pemkab Gunungkidul tidak memiliki kewenangan karena proses berada di tangan Pemprov DIJ. “Kami hanya bantu saja, ” ujarnya. (gun/bah).

Gunungkidul